Krismon 98 Dollar 20ribuan dan Keajaiban Habibie

Oleh : Ade Winata

Untuk beberapa orang yang merasakan krismon dan lonjakan dollar.

Yaitu naik nya dollar dari 2000an ke angka 18.000. cmiiw

Apa penyebab lonjakan hal ini.

Pertama ialah, orde baru memang membuat ekonomi istana pasir.

Dari ekonomi yang dibangun berdasar hutang tanpa menimbulkan multiplier effect yang kuat dan diperparah dengan budaya koruptif pemerintah dan pelaku bisnis saat itu.

Orde baru membuat kebijakan deregulasi perbankan yang diharapkan bank bisa lebih mudah untuk memberi modal ke masyarakat, namun karena bank dikuasai oleh segelintir kroni dan pemberian modal juga untuk membangun konglomerasi diantara mereka..

Kebijakan yang tujuan nya baik ini malah menjadi blunder besar nanti saat krismon.

Yang kedua, pemerintah Orba yang korup tidak memberi keuntungan pada bangsa dan negara saat booming harga minyak namun lewat begitu saja, bahkan keuntungan margin harga minyak tahun 70an tidak kita rasakan hari ini, namun kita tercengok-cengok dengan potensi kekayaan per individual orang-orang kaya diluar negri yang saya yakin mereka kayak dari fase booming harga minyak ini.

Yang ketiga, pemerintah kita saat orde baru memang tidak profesional penuh kongkalikong dan ini diperparah dengan sistem pemerintah yang lemah..

Contoh saja sistem penyusunan apbn di era orde baru lebh katrok dibandingkan akunting level keluarga atau warung.

Berbeda dengan sekarang yang sudah diperbaiki dan mengikuti standart umum sebagaimana penyusunan keuangan negara.

Ketiga hal diatas, menjadi bola liar yang membuka segala kepalsuan orde baru, dan akhirnya rupiah yang awalnya 2000an naik menjadi 18ribu.

Namun habibie yang saat itu menggantikan soeharto berhasil menurunkan rupiah menuju 6500..

Apa rahasianya ?

Saya rasa gak ada .D Ini pemerintah bukan dunia klenik.

Mungkin untuk menjelaskan nya ya kita memakai pisau behaviour economic.

Apa itu ?

Yaitu gabungan antara bidang study psikologi dengan economic..

Saat orde akan runtuh, semua orang baik dalam negri dan luar negri mengalami untrust pada pemerintah.

Dan memang realita, pemerintah membangun kepalsuan terhadap pertumbuhan ekonomi nya yang hal ini disadari oleh George soros dan ia hanya mempercepat saja.

Distrust ini melonjakkan rupiah ke angka yang fantastis, saat pergantian kekuasaan ada sebuah kepercayaan yang kembali, hal ini dan ya perbaikan2 yang dilakukan oleh pemerintah saat itu lah.

Dan hasil nya rupiah menguat keangka 6500

Lalu mengapa kok gak balik lagi ke angka 2000an malah sekarang terus meluncur keangka 14ribuan.

13ribu-14ribu itu adalah angka real ekonomi indonesia, hal ini tentu berpengaruh.

Dan indonesia gak bisa ngibul lagi dan harus menutupi segala keabsenan orde baru dalam membangun indonesia. dan gak bisa kita menstimulus rupiah dengan cara-cara conman dengan memberi subsidi pada rakyat agar daya beli meninggi terutama soal BBM dan mengabaikan pembangunan infrastruktur.

Jadi dari perjalanan 6500an ke 14ribu itu bagian dari konsekuensi ekonomi indonesia yang awalnya penuh kepalsuan dan absen menuju realnya.

Tentu pemerintah bukan tanpa kritik, karena memang nilai eksport kita masih lebih rendah dibandingkan nilai import.

Cuma ya balik lagi, masalah ini kan kuncinya di efisiensi logistic, efisiensi logistic tentu harus ditunjang dengan infstruktur yang lengkap... Artinya dah bener jokowi saat ini track nya

Jadi apakah nilai rupiah ini tanda pemerintah gagal..

Enggak lah, pemerintah sekarang sudah cukup bagus, baik secara makro (tolok ukur mudah naiknya peringkat indonesia)
dan secara mikro ada banyak kemajuan seperti deregulasi aturan, efisiensi pajak

Namun kembali lagi, menilai indonesia ya harus melibatkan seluruh fase pemerintahan agar lebih adil menscoring yang berkuasa saat ini.

Namun apakah pemerintah saat ini sempurna atau sudah sangat baik..

Ah enggak juga,, cuma oposisi nya aja yang kelewat buruk,

Salam

Sumber : facebook Ade Winata

Friday, May 25, 2018 - 09:45
Kategori Rubrik: