Kotak Suara dari Baja

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Keributan yg di skenariokan terus dilesatkan menjelang hari H pilpres 2019. Kita paham saja dari kelakuan orang-orang murah akhlak ini. Apa lagi sudah mendekati hari, 4 tahun mereka sudah melantunkan dan berakrobatik amoral secara kolosal. Sepertinya memang sudah begitu kuatnya dopping untuk menjadi kuda lumping agar kuat makan beling dan hilang rasa iling, serta lebih suka jadi maling.

Pasukan berkuda yg mulai habis tenaga ini makin liar saja kelakuannya. Sekarang menyerang kotak suara. Entah dia yg dungu atau KPU yg lugu, kalau Bawaslu kita tau, hadirnya mereka cuma pelengkap peserta dan untuk lucu-lucuan saja, maklumlah kurang tamsya.

 

 

Kotak suara pemilu dibuat dan diundangkan oleh DPR, yg hadir jg semua perwakilan partai, skrg ada yg amnesia nanya pula kenapa kardus, bahasa dan benda ini bgt menggoda buat mereka, ada history yg melekat dan sll diingat, mungkin ada catatan setoran yg blm dilunasi Sandi. Tapi biarlah itu urusan mereka, kita fokus Indonesia, makanya pemilu harus kita jaga, agar kotak suara tidak dijadikan alasan bahwa kekalahan mereka karena dicurangi.

Coba sambungkan benang merah statement mereka, Rampok rumah yg sedang terbakar, Jokowi tak punya harapan menang kecuali main curang, Ancaman kerusuhan bila pemilu tak bersih, Negara kita beringas kalau mau aman gabung Prabowo, ada lagi katanya mau mendatangkan pengamat asing. Belum lagi sinetron politik yg lucu-lucu, oplas Ratna Sarumpaet, Sandi diusir pedagang pasar bayaran, dan entah apa lagi nanti.

Kita ya mengertilah, karena mau jualan apalagi, PKI gak laku, kriminalisasi ulama gak laku, saking bodohnya, baliho sobek mereka mewek termehek mehek, bukan dapat simpati, yg pasti makin jelek, week.

Kotak suara, mau dibuat dari baja, mau kardus, mau plastik, mau sempak, apa sajalah. Kalau sudah ada niat maling dan gak jujur ya bisa apa saja dirusak dgn sengaja. Reaksi-reaksi banci ini datang dari orang yg gak punya prestasi, memasuki tahun ke 5 menyerang Jokowi mereka makin prustrasi, semua sudut negeri mau Jokowi lagi, yg mau ganti presiden cuma di Monas, 40 rb orang, eh salah..11 juta kata orang yg melihat pakai kaca mata kuda. Hulaila watulo..

Dengan kelakuan jahat yg tercatat siapa yg berpotensi jadi bangsat, kalau Jokowi mau, sejak dulu dia punya puri di solo, kalau dia kemaruk sudah lama dia jadi ketua partai, kalau Jokowi mau, sudah lama para pembacot dicokot, tapi dia bukan tipe kelas preman, dia negarawan sejati yg lahir dari rahim ibu pertiwi, bukan anak asal jadi yg dibesarkan oleh kekayaan yg berasal dari rezeki merampok harta negara. Kalau ibarat kuda, Jokowi itu ras kuda raja, yg lain cuma kuda poni gak bisa tinggi, poninya saja yg bergoyang ke kanan kiri, iri ama kuda raja, akhirnya mati nelangsa.

Tugas kita jangan ikut gila, kita harus tetap awas dan waspada demi Indonesia. Kita skrg dengan terang benderang perang menghadapi hantunya orba dan anteknya.

Negara kita sedang di satroni penjahat, kalau mau aman pilih Jokowi.
#MARIJOKOWILAGI

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Monday, December 17, 2018 - 08:15
Kategori Rubrik: