Koruptor dan Penyelundup Itu Tidak Pancasilais

Oleh: Hari Yono

 
Dalam pelbagai forum, saya sering mendapat pertanyaan dan saran. Salah satu saran tentang Pembumian Pancasila adalah keteladanan. Pejabat negara dan aparatur negara harus bisa menjadi teladan. Bahkan mereka usulkan agar yang diajak dialog tentang Pancasila adalah pejabat dan aparatur negara saja. 
 
Memang sejak awal Pancasila dirumuskan sebagai dasar negara. Sebuah nilai yang mengatur bagaimana kita hidup bernegara dan menegara. Tata kelola lembaga negara dan pemerintahan harus didasarkan pada Pancasila. Bahkan Presiden Joko Widodo dalam acara Presidential Lecture tgl 3 Desember 2019 menegaskan agar semua kebijakan dan regulasi yang diambil pemerintah, setiap kementerian dan lembaga negara harus didasarkan pada nilai nilai Pancasila. 
Dalam konteks yang demikian keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi relevan dan signifikan. Perilaku koruptif, termasuk menyelundupkan barang dari luar negeri yang merugikan negara jelas perilaku yang bertentangan dengan nilai nilai Pancasila. 
Kondisi tersebut menjadi tantangan kita bersama dalam membumikan Pancasila. Pejabat dan aparatur negara harus membuat kebijakan dan regulasi yang berdasarkan nilai nilai Pancasila. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah berperilaku yang baik dan layak dari pejabat dan ASN untuk menjadi teladan.
Tentu saja pengarusutamaan nilai nilai Pancasila tidak hanya sekedar untuk pejabat dan ASN. Generasi penerus (mulai dari PAUD sampai mahasiswa) dan masyarakatjuga harus menjadi sasaran dan subyek pengarusutamaan nilai nilai Pancasila. 
Pancasila sebagai ideologi harapan yang dapat membawa bangsa dan negara Indonesia merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur harus dipahami, diamalkan dan diamankan oleh generasi penerus. Dan Pancasila sebagai ideologi bangsa yang mengakar dalam nilai nilai kehidupan masyarakat harus terus disemai dan dirawat bersama masyarakat. Apalagi pejabat politik sebagian besar berasal dan dipilih oleh masyarakat umum. Pengarusutamaan nilai nilai Pancasila pada generasi penerus melalui lembaga pendidikan dan pembudayaan pada masyarakat masih memiliki posisi yang strategis. 
Memang pejabat yang korup dan penyelundup jelas tidak bisa ditolerir dalam negara bangsa yang berdasarkan Pancasila. Dan semoga kita semua berusaha menjadi teladan yang otentik dalam laku hidup berbangsa dan bernegara. Tidak menunggu orang lain (pejabat atau bukan) berbuat baik, diri kita memulai berani berbuat baik. Berbuat baik bukan karena orang lain. Berbuat baik karena tuntutan nurani dan tanggung jawab kita sebagai manusia dan warga negara untuk ikut berkontribusi membangun kehidupan peradaban yang lebih baik. Semoga.
 
(Sumber: Facebook Hari Yono)
Friday, December 6, 2019 - 16:45
Kategori Rubrik: