Korban

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Tiga emak-emak yang kemarin diamankan polisi adalah korban. Mereka orang miskin yang termakan oleh ajaran sesat kubu Prabowo dalam mengkampanyekan jagoannya.

Dikatakan sesat adalah teknik bejat dilakukan kubu 02 dengan menebarkan fitnah Jokowi sebagai PKI, menista ulama, mendukung LGBT dan sederetan tuduhan keji lainnya. Emak-emak itu yang konon kabarnya tergabung dalam Pepes (Partai Emak-emak Pendukung Prabowo-Sandi ) sejak kemarin sudah pipis di celana karena ketakutan.

Tidak hanya membayangkan dinginnya lantai penjara tetapi juga takut tidak diakui BPN Prabowo kemudian ditinggalkan.

Gejala mereka dicampakkan sudah kelihatan. Juru bicara BPN Ferdinand Hutahaean sebagaimana dikutip berbagai media pekabaran mencoba mengaburkan legalitas Pepes. Meski jelas-jelas Fadli Zon sebagai penasihat, Ferdinand mengaku tidak tahu siapa dalam tubuh BPN yang mensertifikasi Pepes sebagai bagian dari relawan Prabowo-Sandi.

Lebih lanjut Ferdinand menegaskan BPN tidak mengarahkan isu kepada para relawan termasuk Pepes. Isu yang diangkat para relawan di berbagai daerah disebut Ferdinand dibahas secara mandiri oleh relawan itu sendiri.

Jelas BPN mencoba mengelak. Mana mungkin emak-emak lugu yang kini sadis mulutnya punya pemikiran jika Jokowi terpilih tidak ada azan, tidak ada jilbab, LGBT kawin seenaknya. Jelas ada yang memberikan pembekalan. Ada yang mencuci otak mereka.

Dengan sikap pengecut ini, para emak-emak dan relawan Prabowo lainnya akan sadar bahwa mereka ternyata cuma jadi pion yang jika salah diperlakukan sebagai sampah. Jikapun dibela cuma setengah-setengah.

Tentu cara seperti jahat seperti ini akan mengendorkan semangat relawan Prabowo. Insiden fitnahan Karawang juga membuat kampanye Prabowo di kalangan rakyat bawah menjadi kendor bahkan bisa terhenti.

Kenapa?

Karena tidak ada yang mau lagi berkampanye dengan data bohong dan segepok fitnah. Tidak ada yang mau bernasib sama dengan emak-emak di Karawang itu.

Kita berharap polisi dan TKN Jokowi tidak memperpanjang kasus emak-emak itu. Mereka orang kecil yang disesatkan oleh orang-orang besar.

Bebaskan mereka setelah ketiganya meminta maaf dan menyesal serta menyatakan bahwa fitnah terhadap Jokowi tidak benar .

Tidak perlu juga mereka dibujuk untuk masuk kubu Jokowi. Karena dengan noda yang tercoreng di jidatnya, sudah cukup menyakinkan masyarakat sekitar mereka dan para relawan Prabowo lainnya bahwa Jokowi dan pendukungnya adalah orang-orang baik.

Yang memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk melanjutkan kehidupan normalnya kembali sebagai dirinya sendiri.

Dan kebenaran kadang harus muncul dan bersinar melalui penyesalan.

Sumber : Status facebook Budi Setiawan

Tuesday, February 26, 2019 - 09:15
Kategori Rubrik: