Koq Semua Haram?

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Di negeri ini sedang ada gerakan: semua haram...dikit2 haram..dikit2 haram..Ee lha kok berani2nya nulis disertasi dengan topik hubungan intim di luar nikah itu halal. Nggolek perkara! Pasti ditentang para kaum suci, yang halal sejak dipikirannya.

Tapi tahu nggak banyak orang atas nama kehalalan telah merusak kesakralan nikah. Atas nama Tuhan telah melecehkan lembaga pernikahan? Ada pejabat yang sangat relijiyes punya istri 9, semua nikah siri, kecuali istri pertama. Kalau bosan tinggal cerai, ganti lagi. Mudah, tinggal cari ustadz suruh nikahin dan ada saksi. Nggak sampai 1 juta modalnya, semua halal.

Tapi pernahkah anda berpikir hubungan intim di luar nikah itu didasari rasa cinta, kasih sayang, rasa tanggungjawab dan kejujuran? Bahwa dalam hubungan itu tidak ada paksaan, tidak ada niat buruk sekedar pemuasan nafsu birahi, tidak ada pengkhianatan?

Bisa jadi yang anda anggap haram itu justru memenuhi esensi makna hubungan dua sejoli. Sementara yang dianggap halal itu cuma ngadali aturan agar disebut sah saja. Apa makna hakiki sebuah pernikahan? Hubungan yang jujur, bertanggungjawab, berkomitmen. Surat nikah hanya surat formal. Di dalamnya bisa saja ada seribu tipu muslihat, ketidakjujuran.

Di daerah Puncak semua terjadi dengan label halal. Tapi apa itu makna hakiki pernikahan? Modal duit, kawin kontrak. Transaksi seks berbalut halal.Di daerah yang kabarnya syar'i banyak tokoh beristri siri di.luar istrinya yang formal. Anak nggak diakui, malu secara dia tokoh. Ini fakta. 
Mari berpikir, mari jujur....

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Thursday, September 5, 2019 - 10:30
Kategori Rubrik: