Konyolnya Ketua BEM UI. Presiden itu Diundang, Tong!

Oleh: Wahyu Sutono

 

Intelektual muda yang seharusnya dibanggakan Universitas Indonesia (UI) berakhir dengan kekonyolan, halmana seusai Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato pada perayaan Dies Natalies UI, tiba-tiba Zaadit Taqwa selaku Ketua BEM UI maju dan berdiri di depan Jokowi, lalu meniupkan peluit sambil mengacungkan buku kuning UI.

 

 

Sebelumnya ada yang mengatakan bahwa kehadiran Jokowi hanya pencitraan dan bersifat lebih politis, sedangkan Zaadit ingin menyampaikan beberapa hal yang dianggap belum memenuhi harapannya. Jelas ini tindakan konyol yang memalukan, hingga dikecam oleh sebagian besar civitas akademika UI sendiri. Karena justru Zaadit-lah yang dianggap sedang berpolitik dan itu terindikasi pesanan kelompok tertentu. Lebih konyol lagi, ia mendapat pujian sebagai tindakan jenius oleh Habiburochman Gerindra.

Bila memang Zaadit cerdas dan tak ada kepentingannya, maka forum dialog akan dilakukan dengan BEM UI, tapi akhirnya dibatalkan pihak istana. Indikasi adanya yang bermain sudah tercium saat tiba-tiba ada sekelompok kecil para sepuh yang mengaku alumni UI berdemo menolak kehadiran Jokowi ke UI, dan terakhir diketahui ternyata dikoordinir oleh alumnus UI yang saat ini menjadi kader partai tertentu.

Sungguhlah memalukan sekali untuk sekelas Ketua BEM UI berwawasan sangat rendah. Sebab salah satu yang ia gugat tentang kekurangan gizi di Papua. Padahal hal ini sudah terjadi sejak lama, dan bukan hanya di Papua saja, tapi ada sebagian kecil di provinsi lainnya. Justru di era Jokowi-lah hal ini sedang diatasi, walau pada moda otonomi daerah, seharusnya jadi tanggung jawab pemerintah daerah. Tapi nyatanya pemerintah pusat mengirim bantuan makanan, dokter, dan lain-lain, setelah rencana merelokasi suku Asmat yang wilayahnya terisolir dan sulit dijangkau ditolak mereka.

Zaadit disinyalir adalah Kader PKS dan salah satu follower Jonru Ginting yang saat ini sedang terjerat masalah hukum karena ujaran kebencian. Memang Zaadit tak mengakui bila ia Kader PKS, namum bila melihat status di medsosnya bisa terlihat ia berada di kubu mana. Karenanya ini jelas bukan soal akademis, tapi murni politis. Sadarkah kamu Dit, orang tuamu dan banyak alumnus UI yang kau permalukan. Catay, Jokowi itu diundang UI, dus bukan selonong boy.

Makanya tong, lain kali kalau mau demo itu jangan yang kontra produktif dan berbau politis. Misalnya demo tuh para koruptor, atau anggota dewan yang suka bolos, atau liat tuh PKL yang makin bejibun di Jakarta.

Ngooooook....

 

(Sumber: Facebook Wahyu Sutono)

Saturday, February 3, 2018 - 07:30
Kategori Rubrik: