Kontemplasi

ilustrasi

Oleh : Rahel Yosi Ritonga

Ketika mendengar berita berpulangnya seseorang ke rumah Tuhan, entah itu seseorang yang sangat kita kasihi, saudara, kerabat, teman, pesohor, satu orang sosok yang kita tidak kenal secara pribadi namun familiar... sontak kita bersedih.
Seberapa sedih dan seberapa berat rasa kehilangan itu tergantung dari seberapa dekat hubungan kita dengan orang tersebut.
Terkadang kita tidak kenal sama sekali, namun karena sosok tersebut dikenal baik, hangat, menginsipirasi, kita jadi ikut merasa sedih dan kehilangan.
Kita merasakan duka itu di dalam hati kita.

Ketika peristiwa ini terjadi, selalu yang kita katakan di dalam hati adalah biasanya janji-janji.
"Tidak tahu apakah hari esok akan datang untukku. Aku berjanji akan jadi pribadi yang lebih baik."
"Aku tidak mau pulang duluan. Atau jangan kamu tinggalkan aku. Mari kita berjanji untuk saling menyayangi."
"Sungguh tidak ada yang tahu kapan Tuhan menghendaki kita pulang. Mari kita berjanji jadi orang yang berguna."
Dan sebagainya.

Janji yang bagus. Dan pastinya sungguh-sungguh ketika itu diikrarkan di dalam hati.

Namun biasanya tak lama dari moment itu, kita akan kembali pada kebiasaan lama.
Jadi orang yang suka mengeluh.
Orang yang kurang bersyukur.
Jadi pasangan yang tidak setia dan tidak ada ketika dibutuhkan untuk istri atau suami kita.
Jadi orang tua yang sedikit-sedikit emosi pada anak-anak. Gampang marah, gampang juga menyesal.
Jadi anak yang tidak pernah memperhatikan orang tua karena alasan sibuk.
Jadi saudara yang tidak pernah bertanya kabar.
Jadi teman yang selalu baperan dan berbicara di belakang.
Jadi orang yang gemar nyinyir pada orang yang kita bahkan tidak kenal hanya karena... kita tidak suka.
Semua janji jadi pudar.

Haruskah kita selalu diingatkan untuk jadi baik setelah merasakan sendiri atau mendengar kabar duka dan kehilangan?

When we live each day so well, we will have no regrets when tomorrow never comes.

Sumber : Status Facebook Rahel Yosi Ritonga

Tuesday, February 25, 2020 - 08:15
Kategori Rubrik: