Konsekuensi Negara Khilafah

ilustrasi
Oleh : Gagah Budinugroho
 
Negeri khilafah, impian dari Hizbut Tahrir Indonesia, yang kemudian dibubarkan pemerintah. Para militan dan inti dari gerakan ini sekarang mulai sibuk mempersiapkan jalan agar HTI tetap bisa eksis di bumi Indonesia.
Nah, pada simpatisan dan pendukung, negeri khilafah berarti menggulingkan pemerintahan yang sah, lalu mendirikan pemerintahan baru yang sesuai dengan konsep mereka, daulah Islamiyah. De javu? Iya, konsep seperti ini sudah pernah ditawarkan oleh DI/TII yang sudah memberontak sebanyak 4 kali di Indonesia.
Mungkin keadaan dengan syariat Islam adalah impian semua orang beragama Islam. Penulis juga muslim, dengan keluarga yang aktif di Nahdatul Ulama (NU), bahkan kakek saya juga pernah menjadi ketua PBNU kabupaten. Sedangkan keluarga istri saya adalah pengurus Muhammadiyah. Tapi, kami tidak pernah merindukan daulah Islamiyah seperti yang diinginkan HTI. Negeri berdasar Pancasila, seperti Indonesia, merupakan negeri yang diidamkan oleh semua insan, termasuk saya.
Bila benar Anda adalah simpatisan dan pendukung berdirinya Negeri Khilafah, maka pertimbangkan hal-hal ini :
1. Bali, Sumatera Utara dan wilayah Indonesia Timur akan memisahkan diri
Berdirinya negeri khilafah seperti yang diinginkan HTI akan membuat daerah dengan mayoritas agama lain seperti Bali, Sumatera Utara dan wilayah Indonesia timur akan memisahkan diri dari Indonesia. Daerah itu tidak akan tunduk dengan syariat Islam.
2. Bertemu dengan orang tangan buntung
Ribuan warga Indonesia mendekam di dalam penjara karena kasus pencurian, mulai dari pencurian dengan pemberatan (Curat), pencurian dengan kekerasan (Curas), pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) hingga mencuri uang negara atau daerah (korupsi).
Kesemuanya ada yang sudah tertangkap dan berada di dalam penjara, ada juga yang masih menghirup udara bebas. Sekarang, bayangkan saja akan ada ratusan ribu orang di sekitar Anda yang tangannya buntung, karena hukuman sesuai syariat Islam adalah dipotong tangannya. Untuk lebih jelas tentang hukum potong tangan, Anda bisa menyimak al-Mâidah ayat 38-39, atau sejumlah hadits nabi dari sumber yang shahih. Hukum potong tangan tetap berlaku, baik itu perempuan, laki-laki, budak maupun bangsawan, loh.
3. Merajam dan Mencambuk Pasangan Zina
Pernah merajam dan mencambuk orang? Santai, impian cambuk dan rajam akan terwujud dengan berdirinya Daulah Islamiyah. Anda akan ikut beramai-ramai merajam atau mencambuk pasangan zina yang ditemukan di sekitar Anda. Bukankah selama ini, penggerebekan seperti itu sudah sering dilakukan? Tinggal merajamnya yang belum. Jadi tidak ada ceritanya pasangan zina dinikahkan, sebelumnya diarak sekeliling desa agar tahu rasa. Bagi mereka, hal itu belum cukup. Hanya rajam dan cambuk seratus kali yang pantas untuk mereka. Terkait hukum rajam dan cambuk, Anda bisa melihatnya di Al Quran surah An Nur ayat 2, atau di sejumlah hadits nabi yang shahih.
Tidak ada hukuman penjara bagi seorang pembunuh dan pemerkosa yang menyebabkan orang lain meninggal. Mereka akan mendapat hukuman Qishas. Atau bahasa kerennya, darah dibalas darah! Khusus untuk Qishas, Anda bisa melihat aturannya di Al Baqarah ayat 179.
5. WNI non muslim pindah negara
Negeri yang diimpikan oleh HTI adalah neraka bagi tetangga, sahabat dan orang yang Anda kenal namun beragama non muslim. Relakan mereka pergi jauh dari negeri ini.
6. Tidak ada Bank konvensional
Secepatnya cabut tabungan Anda dari bank konvensional, atau bahkan di koperasi. Pindahkan ke bank dengan syariat Islam. Tanpa bunga dan riba, hanya bagi hasil. Termasuk Bank Indonesia yang mencetak Rupiah, juga harus undur diri dari negerinya sendiri.
7. Hilangnya sejumlah budaya nasional
Kuda kepang atau kuda lumping, Reog Ponorogo, tari-tarian, Tabot atau Tabuik Tebuang, Bambu GIla dan beberapa budaya asli Indonesia lainnya akan dihapuskan, karena tidak sesuai dengan syariat Islam. Daripada hilang total, lebih baik suruh negara lain saja meng-klaim-nya.
Tidak hanya tarian dan kesenian, baju daerah seperti daerah Jawa, Bali hingga daerah Indonesia timur juga harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan syariat Islam dan tidak menutup aurat.
8. Hilangnya Sekolah Umum dan Pelajaran Umum
Pelajaran seperti biologi, dan fisika misalnya harus dihapuskan. Hukum fisika akan membuat orang tidak percaya dengan mukjizat. Sedangkan biologi akan membuat siswa percaya dengan teori evolusi. Belum lagi ilmu lain yang akan membuat orang percaya bahwa bumi ini bulat. Semuanya harus dihapuskan.
Pelajaran Bahasa Inggris, terlalu dekat dengan negara kapitalis, juga hapuskan. Bagaimana dengan pelajaran Bahasa Indonesia? Nasionalisme tidak ada dalilnya, hapuskan.
Selain itu, sekolah umum yang tidak mewajibkan siswanya mengenakan jilbab, juga harus dihapuskan.
Itu hanya sebagian kecil. Anda akan mendapatkan lebih banyak hal yang mengerikan dengan berdirinya HTI versi Hizbut Tahrir. Oleh sebab itu, wajar kalau banyak negeri muslim yang lain seperti Turki, Mesir dan lain-lain mengambil langkah tegas terhadap HTI.
Sesuai aturan yang ditetapkan oleh para ulama, hukum yang disebutkan di atas, seperti rajam, qishas, cambuk dan potong tangan, hanya diberlakukan di negara atau daerah yang sudah ikut pada syariat Islam dengan ridha. Sekarang, Anda boleh memilih, ridha atau tidak diberlakukannya syariat Islam murni tersebut. Kalau banyak yang tidak ridha, kembali ke aturan fiqih, boleh tidak dilaksanakan.
Pertanyaan selanjutnya, sudah benar-benar yakin ingin mendukung negeri Khilafah? Saya sih tidak tertarik sepertinya. Indonesia yang penuh keberagaman dalam satu kesatuan sudah merupakan anugrah Tuhan yang terindah. Saya merasa sangat beruntung karena dilahirkan di negeri ini.
 
Sumber : Status Facebook Gagah Budinuhroho
Wednesday, September 23, 2020 - 08:30
Kategori Rubrik: