Komunikasi Nakal Kaesang

Oleh: Denny Siregar
 

Saya salut dengan gaya "komunikasi nakal" ala Kaesang..

Dia mampu memanfaatkan kebesaran nama bapaknya dengan gaya terbalik. Jokowi yg sehari2 terlihat sibuk berbatik dan berkemeja dgn wajah lelah ditambah seriusnya paspampres di sekitarnya, bisa dia putar balikkan gayanya sampai 180 derajat.

Kaesang sangat tahu bahwa video adu panco itu akan menjadi viral.

Bukan adu panconya yang menarik ataupun pesannya, tetapi penampilan Jokowi yang apa adanya yang menjadikan orang tertawa. Bukan juga karena sangat lucu, tapi karena banyak orang merasa berada di depan cermin.

Jokowi adalah manusia biasa. Ia bukan dewa yang tinggal di istana dengan luas tanah berhektar2, ada ranch untuk memelihara kuda, ada koleksi mobil suoer mahal. Ia pria bersinglet, khas masyarakat biasa kala istirahat di rumah. Video adu panco itu semakin memendekkan jarak antara Jokowi dgn rakyat kebanyakan. Ia sesuai dgn motto kampanyenya dulu bahwa " Jokowi adalah kita.."

Jokowi sungguh beruntung punya anak2 bengal yang apa adanya bukan ada apanya. Remaja yg tampil tanpa kosmetik, bercanda tanpa kepaksaan dan bukan tipikal manusia plastik yg modelnya "nanam pohon di senayan, meski kebakaran hutannya di kalimantan."

Keluarga Jokowi adalah keluarga "Losmen", sebuah fragmen di tvri era tahun 80an. Disana ada kehangatan keluarga, bercanda tanpa kehilangan kehormatan hubungan bapak anak dan penampilan yang sangat biasa.

Keluarga Jokowi bukan keluarga model sinetron Raam Punjabi, yang rumahnya tiangnya aja segede gaban, mobilnya udah ga jelas mereknya, kerjaannya pacaran ma ikut geng motor, kisahnya kalo ga ibu tiri, selingkuh ya cinta2an.

Kita seperti di lempar kembali pada kehangatan keluarga yg didambakan yang dlu pernah terjadi. Bapak yg bercanda ma kita, anak bengal tetapi tetap menjunjung rasa hormat. Keluarga yg Indonesia bingits..

Seharusnya untuk mereka yg mau tanding ma Jokowi sudah mulai mempersiapkan cara2 komunikasi nakal ala Kaesang ini. Jangan cuman iklan model keluarga yang "dipaksakan tersenyum duduk berdempetan" ataupun jalan2 ke pantai dengan baju batik yang gerah. Sudah gak model. Apalagi model yg cuman mengandalkan kumis doang, " Coblos kumisnya..."

Kalau sudah seperti apa yg dilakukan Jokowi dan Kaesang dengan memanfaatkan medsos, perlu lagikah dana triliun rupiah hanya untuk kampanye pencitraan lewat iklan ?

Jangan seperti bapak ntu tuh, udah keluar modal untuk menguasai media ketika rbertemu dengan nelayan dan ditanya, " Kalian kenal dengan sayaaa ? " Jawabnya, " Kenalll.. Bapak Ahokkkk.. "

Kalau itu gua, pasti balik badan dengan muka merah padam kayak kejepit retsleting anunya, kemudian masuk warkop dan minum kopi langsung dengan cangkir2nya, sambil berteriak geram, " Ahok.. Ahok... Nenek lu perawannnn !!! "

(Sumber: dennysiregar.com)

Monday, July 4, 2016 - 23:30
Kategori Rubrik: