Kompetensi Perilaku Dan Visi Jokowi

ilustrasi
Oleh : Edy Sinang Tranggono
 
Walau Pilpres sudah usai seorang teman yang cenderung memilih  pasangan 02 , menanyakan kepada saya " Kenapa sih kamu mengagumi  dan jadi  pendukung Jokowi ?"
Dalam waktu yg singkat saya hanya menjawab " Karena saya waras ".  Tapi itu tentu tidak memuaskan nya. Jadi sy berjanji utk menjawab dalam bentuk tulisan saja. 
Nama Jokowi sering hanya diidentikkan dengan Infrastruktur. Lawan lawannya sering mengejek bahwa ia hanya sekelas " Manager" bukan "Leader" .
Sebagian juga mengejek mana Revolusi mental yg dicanangkan. Secara tidak sadar sebenarnya selama kepemimpinannya ia telah menjadi model dari Kompetensi Perilaku yg bisa menjadi standard perilaku para pejabat dan birokrat negeri ini.  Jokowi juga mempunyai Visi jangka panjang yg merupakan ciri dan menjadi acuan arah pembangunannya.
 
1) Kesederhanaan 
 ini adalah penanda yg melekat kuat pada Jokowi sekeluarga . Penampilan luar dan gaya hidup yg sederhana dari Jokowi sekeluarga , membuat para pejabat dibawahnya terpaksa "mengerem" gaya busana dan dan gaya hidupnya dan menyembunyikan barang barang import  branded yg dimiliki nya selama pemerintahan Jokowi.
Pada lawannya menilai gaya nya ini pencitraan, mereka tidak tahu bahwa gaya hidup ini memang hasil tempaaan perjalanan hidupnya yang keras.
 
2) Hubungan dekat dgn Rakyat dan Blusukan 
Kata blusukan dan dekat dgn rakyat jg merupakan suatu yg satu paket.
Saya yakin pekerjaan terberat Paspampres sejak jaman Soekarno , adalah mendampingi Presiden Jokowi. Hampir dikata tidak ada zona aman yg memisahkan Presiden dgn Rakyat. 
Sy yakin FBI Amerika pun akan angkat tangan jika harus mengawal Presiden Jokowi.Jokowi tidak mau kehilangan sama sekali kedekatan hubungannya dengan rakyat bahkan dalam artian phisik. Resiko yg harus diambil dari aspek keamanan mmg setimpal dengan kecintaan yang di berikan rakyatnya.
 
3) Kejujuran
komitmen terhadap kejujuran sejak ia menjabat Walikota ,,Gubernur sampai dengan Presiden nampaknya sangat konsisten tanpa pandang bulu. Ia bukan hanya memberi contoh bgmn ia membuat larangan yang keras terhadap keluarganya, tapi ia termasuk orang yg getol untuk menerapkan E budgeting dan transparansi di sistim Pemerintahan. Karakter dan komitmen ini mengakibatkan ia punya "banyak musuh".
 
4) Kerja keras
Salah satu ciri perilaku yg menghantarkan ia naik secara bertahap dari Walikota, ke Gubernur dan ke.kursi Presiden adalah gaya kerjanya yg 'spartan ' dan detil . Semua orang akan mengakui bahwa gaya kerja Jokowi membuat staf dan semua jajaran bawahannya juga tidak bisa santai harus selalu siap tempur. Jokowi orang yg mencintai kerja keras Krn didasari oleh komitmen yg besar kepada negara.
Ia termasuk orang yg tidak pandai berkata kata, tapi sangat pandai mewujudkan energi bicara ke dalam bentuk kerja nyata.
Karena gaya kerjanya ini para lawannya menganggap Jokowi hanya pantas sebagai " Manager" bukan Leader.
 
5)Kerendahan hati
Jokowi memang sadar bahwa ia dari rakyat jelata ,maka bagi dia tidak ada kendala atau hambatan utk ramah , menunduk dan duduk sama rendahnya dengan rakyat bawah. Buat dia tidak ada yang  hilang bila harus merendahkan tubuhnya secara phisik, atau harus mendatangi atau menyapa terlebih dahulu orang lain atau lawan politiknya.
Selain Gus Dur, tidak ada Presiden sebelumnya yg mempunyai kerendahan hati seperti Jokowi.
Kerendahan hati ini yang membuat ia mampu menjadi 'Listener' yang baik  dan mudah menjadi 'pelayan ' bagi rakyat.
6)Kesabaran 
Dalam sejarah Presiden di Indonesia , saya yakin hanya Jokowi yang pernah menerima penghinaan yang luar biasa, masif ,sistimatis dan terstruktur.
Hal ini juga karena adanya sarana sosial media. Ia dituduh komunis antek RRC dan sekaligus antek Kapitalis para konglomerat . Binatang monyet ,babi , anjing dan cebong pernah dilekatkan dengan wajah Jokowi dalam.bentuk meme. Tuduhan thogut dan kafir sdh rutin disematkan ke dirinya. Ia dituduh plonga plongo sekaligus diktator .
Secara pribadi ia tidak pernah terlihat marah , tetapi para pemfitnah nya mau tidak mau terjerat pasal hukum, karena Jokowi adalah Presiden simbol negara.
Dengan kesabarannya ia mampu mengendalikan waktu dan menentukan kapan waktu bertindak yang tepat.
Ia jarang bertindak ceroboh dan grasa grusu terpancing emosi .
 
7) Keberanian dan Keteguhan 
Keteguhan hatinya menjalankan prinsip sudah diketahui semua staf nya. Bahkan LBP pun sempat berujar bahwa sebenarnya Jokowi lebih cocok jadi Kopassus. 
Tidak ada pejabat bahkan Kapolri pun tidak bisa melarang ketika Jokowi bertekad mendatangi dan berbicara didepan puluhan ribu  pendemo yg menentang dirinya. Saat itu merupakan tindakan yg luarbiasa nekad dan berani.
Ia juga keukeuh dan sangat percaya diri saat  mengambil keputusan keputusan tidak populer dan genting. 
Karakter dan perilaku Jokowi ini yang sering membuat lawan lawannya terperangah dan gagap dalam menyerang balik 
 
8. Nasionalis tulen
Lawan lawan politiknya menyebarkan fitnah Jokowi antek asing, tapi itu tidak mempan karena semua tindakan dan keputusannya menunjukkan bahwa ia adalah seorang Nasionalis tulen. Dibawah kepemimpinan nya secara nyata Indonesia benar benar berdaulat , dlproyek strategik di Freeport , Blok minyak Rokan, Mahakam dan Masela. 
Semua sikap dan tindakannya baik dalam bentuk simbol seperti pemakaian baju baju Nasional ,maupun tindakan nyata spt tampil dikapal perang di laut Natuna saat ada konflik dengan RRC, selalu menunjukkan kecintaannya pada tanah air. Hal ini tentu tidak disukai para proxy asing dalam negeri .
 
9) Berpikir praktis
Salah satu ciri Jokowi yg lain adalah ketidaksukaannya pada birokrasi yg ruwet. Sebagai orang berlatar belakang wiraswasta ,cara berpikirnya praktis 'kalau bisa dipermudah dan dipercepat  mengapa harus dipersulit dan diperlambat ' Itu yg mendasari selama Pemerintahanya ia memangkas banyak peraturan yang ruwet dan berlapis.
Ini tentu mengurangi banyak kesempatan oknum birokrat2 /ASN nakal yg mendapat rejeki dari keruwetan birokrasi ,  tapi sebakiknya menyenangkan rakyat dan pengusaha 
 
10) Melayani 
Bagi Jokowi menjadi pejabat birokrasi itu untuk melayani rakyat , bukan berkuasa atas rakyat. kompetensi perilaku ini merupakan pembeda yg menyolok antara Jokowi dgn para birokrat negeri ini. Para birokrat yang masih bermental ningrat / priyayi tentu tidak suka gaya ini.
 
Selain 10 kompetensi perilaku  Jokowi diatas ada 3 Visi beliau yg stratejik yg membedakan ia dgn Presiden sebelumnya.
 
I ) Visi Maritim 
Sejak ia memimpin 2014, ia sudah mencanangkan tekadnya mengembalikan kejayaan Indonesia sebagai negara Maritim. Setelah puluhan tahun kita berorientasi daratan saat ini kita kembali  ke jiwa nenek moyang dan sesuai kondisi geografis Indonesia. Komitmen ini scr konsisten dijalankan dengan tegas dalam urusan pembasmian illegal fishing ,penjagaan teritorial laut kita dan pelaksanaan Tol Laut.
Tindakan yg tegas dalam illegal fisihing tentu menyebabkan banyak pihak yg selama ini berpesta bekerjasama dengan para pencuri dr luar  , menjadi rugi dan tentu menjadi pembencinya .
 
II ) Visi pembangunan Indonesia sentris
Visi membangun dan memperhatikan kesejahteraan rakyat diseluruh penjuru Nusantara ,  baru secara konsisten dijalankan oleh Presiden saat ini. 
Pembangunan infrastruktur secara masif dan sistimatis dilakukan di Papua, NTT, Kalimantan dan daerah2 pedalaman dan perbatasan yg selama ini terlupakan. Tanpa peduli apakah daerah itu ia kalah atau menang.
 
III) Visi Infrastuktur
Prioritasnya yg utama membangun infrastruktur merupakan upayanya  memutus lingkaran setan  problem yg membelit Indonesia. Membangun infrastruktur merupakan visi jangka panjang yg hanya dimiliki seorang Negarawan krn hasilnya belum tentu ia yang memetik. Tapi tetap ia lakukan karena visinya lebih ke kesejahteraan bangsa dalam jangka panjang. 
Tanpa ada Infrastruktur yg baik tidak ada investor masuk dan ekonomi/industri tidak  tumbuh. Bila ekonomi/industri  rakyat tumbuh  dan investor masuk, lapangan kerja meningkat pengangguran berkurang , kesejahteraan meningkat . Negara juga mendapat manfaat dr pajak . Apalagi bila industri yg tumbuh berorientasi eksport, maka  cadangan Devisa negara meningkat
 
Sumber : Status Facebook Eddy Sinang Trenggono
Monday, June 10, 2019 - 21:15
Kategori Rubrik: