Komikus Aji Prasetyo Diancam Persekusi

Ilustrasi

Oleh : Aji Prasetyo

Beberapa saat setelah usaha persekusi terhadapku gagal, kawan-kawan mengusulkan "serangan balasan".

"Mas, ini ada akun FB yang posting ancaman terhadap sampeyan dan di-share di grup mereka. Orang ini ternyata guru di SMK yang gak jauh dari kedai, cuma 5 menit naik motor."

"Terus, apa idemu?"

"Kita datangi dia di tempat dia kerja. Gak usah banyak-banyak, limabelas orang saja cukup. Kita tanya maunya apa sekarang, mumpung bisa ketemu langsung sama kita. Kedatangan kita pasti bikin heboh sekolah. Syukur-syukur kepala sekolahnya ikut menengahi. Dengan keributan akibat dari ulahnya itu, dia pasti kena teguran keras dari tempatnya bekerja. Biar kapok!"

"Itu kalau cuma dapat teguran," jawabku. "Bagaimana kalau dimutasi? Atau jika dia masih honorer, bisa saja lho dia dipecat. Memangnya kau suka jika ada orang yang kehilangan sandang pangan?"

Akhirnya fix sudah, kami tidak melakukan apa-apa terhadap pengancam ini.

Peristiwa ini sebenarnya sudah lama, sekitar bulan Maret kemarin. Tapi semalam kembali kuangkat dalam sebuah obrolan tentang seni memanajemen kekuatan.

Ada pepatah mengatakan, "setiap orang sanggup miskin, tapi tidak semua orang sanggup untuk kaya". Maksudnya, kekayaan atau kekuasaan akan memperlihatkan sifat asli seseorang. Apakah dia sesungguhnya penindas atau pengayom. Semua itu akan kelihatan saat dia memiliki kekuatan.

Jadi, sebaiknya gak usah jadi orang kuat jika ternyata malah jadi brengsek.

Sumber : Status Facebook Aji Prasetyo

Wednesday, December 13, 2017 - 13:45
Kategori Rubrik: