Komentar "Jurnalis" Prabowo

ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Saya nukilkan tulisan para "jurnalis" Prabowo tentang rekonsiliasi di MRT.

***$$$$$***

HERSUBENO ARIEF :SAYONARA PAK PRABOWO

.. Para buzzer kubu 01 dikerahkan menyambut momentum penting itu. Di Stasiun Lebak Bulus sejumlah orang berteriak “Pak Jokowi we love you!”

Sebaliknya kubu pendukung paslon 02 menyambut pertemuan tersebut dengan penuh duka dan kecewa. Emak-emak militan banyak yang mewek, kecewa, marah-marah. Patah hati.

Netizen menilai kesediaan Prabowo bertemu dengan Jokowi sama dengan peristiwa ketika Pangeran Diponegoro bersedia bertemu penjajah Belanda.

Benarkah kekhawatiran netizen bahwa Prabowo akan mengalami nasib yang sama dengan Diponegoro. Dia ditipu, ditangkap dan dibuang ke tempat pengasingan. Dipisahkan dari para pendukungnya.

Berbeda dengan Pangeran Diponegoro, justru Prabowo tampaknya yang memilih untuk berpisah dengan para pendukung militannya.

Para pendukung militan Prabowo kini dihadapkan pada pilihan sulit. Tidak ada pilihan lain mereka harus juga melepas Prabowo. Tanda-tanda bahwa Prabowo ditinggalkan para pendukungnya sudah bergema di medsos.

Dengan kemarahan semacam itu agak sulit bagi Prabowo untuk dikenang seperti Pangeran Diponegoro yang teguh dengan prinsip. Hanya bisa ditundukkan melalui tipu daya.

Baik pendukung paslon 01 dan paslon 02 tampaknya sampai pada satu kesimpulan yang sama. “ Sang Jenderal telah menyerah.”

Dia melupakan janjinya “saya akan timbul tenggelam bersama rakyat,” dan menukarnya dengan prinsip baru “timbul tenggelam bersama Jokowi.”

***$$$***

ASYARI USMAN : INILAH INDUK SEGALA PENGKHIANATAN

PRABOWO Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah.

Prabowo, hari ini kau hancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Kau mungkin punya alasan tersendiri untuk menemui dia. Tapi, apa pun alasan kau, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukungmu mati-matian. Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa.

... Kita menyangka dia akan teguh pada apa-apa yang telah dikatakannya. Kita menyangka dia akan timbul dan tenggelam bersama rakyat. Akan mati bersama rakyat seperti yang dia ucapkan.

... Ternyata, Prabowo berkhianat. Dengan mudahnya dia menjual murah harga dirinya dan harga diri ratusan juta pendukungnya.

... Kawan-kawan, hari ini bukan akhir dari perjuangan umat. Sebaliknya, inilah awal dari babak baru perjuangan yang akan dipandu oleh pengalaman hari ini.

Hari ini bukan penyataan mundur umat. Lihatlah, cernalah, dan anggaplah pertemuan Prabowo dengan orang itu, hari ini, sebagai induk dari segala pengkhianatan.

Artinya, sudah begitu banyak pengkhianatan terhadap perjuangan umat selama ini. Hari ini, Allah tampilkan induk dari segala pengkhianatan itu.

The mother of all betrayals.

***$$$***

NASRUDIN JOHA : INI KELEWATAN, INI SANGAT MENYAKITKAN !

... Namun hari ini, tetiba Anda menemui rezim tiran, bersalaman dengan orang yang tangannya berlumuran darah. Anda, mengunggah salam hormat, pada sosok yang telah mengkhianati negara dan bangsa ini, mengkhianati umat, juga mengkhianati Anda

Aduhai, Anda ini sebenarnya macan atau kambing ? Anda ini mau ikut bertransaksi dan menjual murah darah dan nyawa kami ? Apapun alasannya, peristiwa Stasiun Lebak Bulus hari ini sangat mengecewakan kami. Anda menambah kemarahan. Sebelumnya, kami hanya marah terhadap rezim. Sejak hari ini, kami juga marah terhadap Anda !

Anda, menganggap remeh pengorbanan emak-emak. Anda, mengesampingkan ulama kami yang ditangkap, diusir, berjuang untuk perubahan dan juga untuk posisi Anda. Anda, yang sebelumya bersumpah untuk memimpin negeri ini dengan visi adil dan makmur, sekarang melupakan ikhtiar aktivis-aktivis kami.

Kami tidak terima, dengan pertemuan pendahuluan ini, dengan permulaan rekonsiliasi ini. Apapun argumen yang Anda nyatakan nanti, baik argumen baru atau menjiplak argumen rezim : demi persatuan, demi perdamaian, demi pembangunan, demi masa depan bangsa. Semua itu saya katakan OMONG KOSONG !

Anda, bukan mengurangi beban kami, menjadi bagian mitra perjuangan kami. Sejak hari ini, Anda telah menambah beban menjadi bagian dari musuh kami.

Tetapi saya ingatkan kepada Anda, juga kepada rezim zalim. Silahkan buatlah ikatan sarang laba-laba untuk menyatukan kalian. Kami tidak gentar, kami tidak takut.

Selamat datang, di era baru pertarungan. Wahai seluruh umat, ikat dan kencangkan sabuk pengaman. Kita akan bertempur lagi dan lagi. Allahu Akbar !

***$$$***

Tulisan ketiga "jurnalis" tadi menjelaskan fakta bahwa mereka bukan orang Prabowo. Mereka yang tadinya menyanjung Prabowo setinggi langit kini menghempaskannya dengan kalimat yang tidak layak.

Mereka adalah para pengembara yang kehilangan masa depan dan harus bertahan lima tahun lagi untuk cari pegangan.

May Peace Be Upon You..

.... $$$$$$$$$$$.... 

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Tuesday, July 16, 2019 - 21:15
Kategori Rubrik: