Kokohnya Bangsa China

ilustrasi

Oleh : Andrey

China itu udah ada puluhan ribu tahun yang lalu, dan buktinya ada semua. Dimana buktinya? Dimana-mana. Di luar China? Buanyaaaak. Kok bisa? Ya bisa, wong mereka bangsa pedagang. Prasasti-prasasti kuno di Indonesia pun ada yang berbahasa China. Isinya apa? Isinya transaksi jual beli. China beli apa, berapa kapal, seharga sekian emas/perak.

China ini unik. Mereka punya tradisi kuat tapi nggak suka meromantisasi masa lalu. Saya nggak tahu kenapa, mungkin jaman dulu perang perebutan kekuasaan/pemberontakan nggak pernah berhenti, dan rakyat selalu jadi korbannya. Mereka melihat masa lalu untuk dijadikan pelajaran, bukan untuk dibanggakan. Mereka sekarang bangga menggunakan kata "Republik," dari pada "Kekaisaran."

Bangsa China nggak pernah menyalahkan takdir, meratap, apalagi meminta belas kasihan. Mereka melalui banyak hal dan itu memperkuat karakternya. 

Pembantaian Nanjing itu sangat memilukan. Jutaan rakyat China mati kelaparan dan terbunuh akibat pendudukan Jepang. Apa mereka balas dendam? Apa mereka meratap? Berharap simpati? Perang dan kematian jutaan rakyatnya memang tak terelakkan. Ya sudah, move on.

Era perang dingin, China menutup diri. Nggak tau ngapain. Barat menuduh China melakukan pelanggaran HAM, China diem aja. Barat menuduh China, memperkaya uranium, China diem aja. Komunis runtuh, perang dingin berakhir, mereka tiba-tiba ngebut. Cuman dalam hitungan 30 tahun, nggak sampe 1 generasi bisa mendongkel Amerika yang udah kuasain dunia 70 tahun. Dengan diam-diam dan nggak banyak omong.

Terus apa mereka lantas mengklaim sebagai bangsa pilihan tuhan? They murdered their gods long time ago.

Sumber : Status Facebook Andrey

Saturday, July 13, 2019 - 11:30
Kategori Rubrik: