Kok Mau-Maunya Kyai SAS Jadi Komut KAI

ilustrasi

Oleh : Umar Fachruddin II
Banyak sekali di lini MEDia SOSial ( MEDSOS ) yg membuli dan mencela yai SAS karena menerima jabatan sbg KOMUT PT.KAI,ada yg mengatakan masak selevel KETUM PBNU mau merendahkan diri jadi bawahan Presiden bahkan jadi bawahan Menteri BUMN ?? mana marwah kiai dan NU nya yg katanya sebagai ORganisasi MASyakat terbesar di dunia kok bisa2 nya mau jadi kacung Pemerintah. Begitulah nyinyiran2 para pembenci NU terhadap Yai SAS,sehingga kita sbg warga  kadang ikutan sedih,nelongso dan marah terhadap kekurang-ajaran mereka yg tdk punya etika sama sekali terhadap beliau hususnya dan NU pada umumnya.Bahkan ada jg sebagian kecil dr warga NU sendiri terpengaruh krn ketidakmengertiannya sehingga mudah terprovokasi oleh mereka.
Inilah alasan Beliau Romo Yai SAS knp mau menerima jabatan tersebut.

Berbakti Pada Puluhan Juta Rakyat Indonesia
Saya Santri Buya Prof. Dr. KHR. Said Aqil Siradj.
Saya berguru pada beliau, saya belajar banyak hal dari beliau, baik filsafat, tasawuf dll.
Kemarin sore sejak pukul 4 sore sampai pukul 7 malam saya berada di PBNU, Buya Kyai Said memberi saya buku karya beliau lagi, sblm buku tsb dilaunching saya dikasih beberapa eksemplar namun tanpa tulisan dan tanda tangan beliau.
Kemarin sore beliau berkenan menulis kalimat bahwa buku itu diberikan ke saya, Santri Beliau.
Kemarin sore saya sangat bahagia, diijazahi ilmu tasawuf melalui pemberian buku tsb.
Sore ini saya menangis, jiwa BRANDAL saya berontak.

Saya tidak terima Guru saya yang jadi Ketua Umum PBNU - Posisi Agung utk berbakti pada Jamaah NU, HANYA MENJADI KOMISARIS UTAMA PT. KERETA API INDONESIA.
Begitu beritanya dipublikasi media utama Indonesia, saya langsung bersuara kecewa dan memohon beliau menolak posisi tsb.

Lalu sejam kemudian saya beranikan diri utk protes via WA, saya sampaikan kenapa Buya mengecilkan diri dg hanya menjadi Dirut KAI?
Saya juga sampaikan bahwa banyak sahabat saya yg juga kecewa bahkan ada yg meledek knp Ketum PBNU mau jadi Komut KAI?
Setelah protes, saya terlelap ketiduran, skr 19.48 WIB, sekira 15 menit yg lalu saya telp balik Buya, Guru saya.
Saya protes knp Buya mau dikecilkan begini?
Dg kalem guru saya itu menjelaskan, bahwa penumpang Kereta itu puluhan juta jiwa.
Beliau berharap, bisa menegakkan tegaknya moralitas di PT. KAI sehingga PT. KAI mampu melayani puluhan juta penumpangnya, Rakyat Indonesia.

Beliau menjelaskan:

Saya tidak butuh penilaian orang, niat saya berbakti pada Puluhan Juta Rakyat Indonesia yg menjadi penumpang Kereta Api.
Saya berharap dg saya ada di KAI, saya mampu menjaga moral jajaran KAI sehingga KAI bisa berbakti maksimal pada Penumpngnya yg puluhan juta dan itu Rakyat Kecil Indonesia.
Apa Lilur malu kalau saya berbakti pada puluhan juta rakyat kecil Indonesia yg menjadi penumpang Kereta Api Indonesia?
Apa Lilur gak rela kalau saya berbakti pada puluhan juta rakyat kecil yg berjejalan setiap hari dg keamanan apalagi kenyamanan yg kurang memadai?

Kenapa untuk berbakti pada puluhan juta Rakyat Indonesia melalui KAI hrs malu dg pendapat orang?
Saya tersedak, air mata saya menetes membasahi pipi.
Guru saya sungguh mulia, saya merasa bersalah krn dg Jiwa Brandal saya sdh lancang meminta beliau mundur sbg Komisaris Utama KAI.

Padahal, niat beliau hanya ingin berbakti pada puluhan juta rakyat Indonesia yg menjadi penumpang abadi kereta api.
Belum sempat saya mohon maaf, Hp Guru saya tsb sdh ditutup.
Lalu saya tumpahkan rasa bersalah saya pada postingan ini.

Buya Kyai Said Aqil Siradj, Guruku!
Selamat berbakti pada puluhan juta rakyat Indonesia yang setia menjadi penumpang kereta api.
Maafkan saya yg sering banyak protes, saya melakukannya krn saya sayang pada Buya.
Mhn maafkan saya Buya Kyai Said.
I Love You Buya.
Semoga Allah memberkahi niat bakti Buya pada jutaan Rakyat Indonesia.
Aamiin
InsyaAllah
MasyaAllah
Bismillah
Sumber : Status Facebook Umar Fachruddin II

Sunday, March 7, 2021 - 12:45
Kategori Rubrik: