Koh Felix, Kebencian Bukan Sebagian dari Iman

Oleh : Ali Winata

Hasil kerja tim kreatif pak Jokowi membuat video pendek aksi naik sepeda motor ala Tom Cruise di film Mission Impossible memang sungguh out of box. Nyaris tak ada yang pernah mengira akan ada narasi visual seperti itu sebelum pak Jokowi membuka event Asian Games. Publik terpesona, terkesima, bahkan jadi trending topic.

Saking epicnya video tersebut sampai sampai mantan kafir yang sekarang sudah jadi ustadz dengan sejuta follower ini ikut berkicau di akun sosmednya. Sebuah komentar yang mempertontonkan kualitas dan logika berpikir beliau, antara bisa berpikir rasional atau emosional. Input apapun yang masuk ke otak seseorang, akan dikonversi menjadi output berupa pikiran, tulisan, perkataan atau perbuatan.

Dan saya sungguh senang jika koh Felix ini berpikir bahwa aksi jumping melompati truck tersebut dilakukan sendiri oleh Jokowi tanpa stuntman. Artinya koh Felix ternyata bukan orang yang cukup cerdas mencari informasi, buktinya bisa mengkonsumsi informasi yang salah, dan membuat logika yang salah. Jadi publik pantas meragukan tulisan tulisannya selama ini, jangan jangan sebagian diantaranya juga berdasar data yang salah atau logika berpikir koh Felix yang salah.

Anak saya yang baru berusia 15 th saat saya tunjukin video tersebut berkata begini; "Wuih sangaaar, keren banget videonya. Tapi yang melakukan aksi naik motor itu sepertinya bukan pak Jokowi beneran. Badannya agak gedean, tidak sekurus pak Jokowi. Paspampres tak mungkin membiarkan pak Jokowi lakukan aksi berbahaya seperti itu. Pak Jokowi beneran cuma muncul disaat awal dan akhir, juga saat turun membantu rombongan pramuka. Itu pakai stuntman ya pah. Tapi keren banget, mau kubagi ke grup teman sekolahku."

Lihat tuh koh, anak saya saja cuma melihat visual pakai mata, mencerna dengan otak ala pelajar SMA, langsung bisa menyimpulkan bahwa pasti aksi itu pakai stuntman. Tanpa perlu buka buka google dan cari literasi. Matamu dimana koh? Matamu! Logikamu dimana koh? Itu cacat logika.

Benarkah kamu tidak tahu? Benarkah logika berpikirmu tak sampai kesitu? Atau sebenarnya kamu tahu tapi pura pura tidak tahu agar bisa menyalurkan syahwat kebencianmu?

Koh Felix, kebencian bukanlah sebagian dari iman. Paham ya koh?

 

Sumber : Facebook Ali Winata

Monday, August 20, 2018 - 08:00
Kategori Rubrik: