Kodokushi

ilustrasi

Oleh : Arum Kusumaningtyas

Lonely death....salah satu dampak sosial yang dihadapi oleh Pemerintah Jepang saat ini. Bebarengan dengan masalah aging society.

Dimana 40% penduduk Jepang saat ini berusia di atas 65 tahun. Dan tercerabut dari keluarganya dan lingkungannya, karena salah satu penyebabnya kebijakan ekonomi Pemerintah Jepang di sektor manufaktur tahun 1960 hingga 1970 an.

Mereka rata-rata pekerja kelas blue collar . Ketika ekonomi Jepang mengalami puncaknya pada tahun 1990 an dan teknologi mulai diadopsi. Pekerja-pekerja blue collar ini mulai ditinggalkan. Manufaktur Jepang memasuki fase baru. Hidup mereka pun memasuki fase baru....orang-orang terbuang dan banyak yg terpuruk secara ekonomi karena tak ada lagi ketrampilan. Ketika manusia dididik sebatas sebagai tenaga kerja tekun, rajin dan taat aturan jadi yg utama. Semua harus linear dan semua harus sama

Catatan statistik mencatat, terjadi 3 Kodokushi/ jam saat ini di Jepang. Angka yg terus meningkat.

Bagaimana dengan Indonesia? 

2025, ketika Indonesia memasuki bonus demografi, tantangannya adalah bersamaan dengan IoT Era dan Revolusi Industri 4.0 + Society 5.0 (konsep globalnya gitu).

Pernahkah terbayang situasi ini dengan situasi kita? Mungkin bukan KODOKUSHI yang harus kita kelola di kemudian hari....tetapi berbeda dengan Jepang yg mengalami kekurangan tenaga kerja saat memasuki revolusi industri manufaktur pendorong ekonominya di tahun 1960an, tantangan Indonesia, bisa jadi lebih berat. Pekerja itu banyaaaaaak tapi unskilled worker yang bahkan tak tahu apa yang harus dikerjakan, malas berkerimgat, maunya langsung bergaji tinggi dan tak pernah bersentuhan dengan sektor produksi.

Dan ketika diajak untuk berpindah ke wilayah luar Jawa di kepulauan lain....kalimat awam yg terdengar adalah ada mall gak? Ada bioskop gak? Ada internet gak? Ingat ya...kerja! Bukan berwisata barang 3-4 hari atau 1-2 minggu

Karena selama ini hanya aktif di dunia maya Iiiih....nyinyir banget ya gw?

Sumber : Status Facebook SaSqa SaSqa

Tuesday, July 9, 2019 - 12:15
Kategori Rubrik: