Koalisi Parpol Besar Bisa Hadang Ahok

Oleh : Erizeli Jely Bandaro

Minggu lalu PKS sudah melakukan pendekatan kepada PDIP dalam rangka koalisi untuk mendukung cagub DKI. Sebelumnya sudah ada pendekatan dengan Gerindra. Kini sedang terjadi komunikasi instensif di kalangan elite partai. Yang pasti mereka punya satu tujuan menggilas Ahok yang maju melalui jalur independen.

PKS sudah punya daftar calon yang akan di ajukan yaitu Sandiaga Uno, Adyaksa Dault, Dedi mizwar, Muhammad Idrus, Nur Mahmudi Ismail. Tentu dari PDIP juga punya calon seperti Djarot yang sekarang Wagub DKI. Dan tentu ada beberapa lagi calon yang kemungkinan akan menarik calon di luar kasar yang punya elektabilitas tinggi. Garindra juga punya calon. Kelak bila terjadi koalisi maka tentu yang akan maju calon terbaik dengan elektabilitas tinggi. Yang pasti nama Yusril belum disebut sebut sebagai cagub oleh partai partai itu.

Namun hal yang sangat menarik pada Pilgub DKI kali ini adalah kita bisa melihat sejauh mana kekuatan mesin partai berhadapan dengan cagub yang didukung oleh relawan. Semua mengetahui bahwa akar rumput PDIP dan PKS dikenal sangat solid. Hasil pemilu 2014 , PDIP menempati urutan pertama perolehan suara legislatif. Disusul Garindra dan urutan keempat PKS. Harap di catat bahwa apabila PKS , Garindra, PDIP berkoalisi maka sulit bagi Ahok bisa unggul.

Mengapa ? Karena bagi akar rumput PKS mengalahkan Ahok adalah soal jihad karena mereka sangat yakin tentang pemimpin non muslim tidak di benarkan oleh Islam. Mereka juga bisa menarik akar rumput PPP yang dikenal juga punya patron pro pemimpin muslim. Juga bagi akar rumput PDIP, mengalahkan Ahok adalah pertarungan demi kehormatan Megawati. Tentu mereka akan all out untuk memastikan perintah Megawati dapat dilaksanakan.

Bagaimana dengan Ahok? Ada baiknya kita mendengar analisa Eep Saefulloh Fatah yang di kenal sebagai konsultan politik bertangan dingin yang ada di balik suksesnya JKW- JK dan Aher - Dedi Mizwar , membeberkan bahwa tingginya tingkat popularitas Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), tidak berbanding lurus dengan elektabilitasnya. Jarak antara elektabilitas dan popularitas Ahok sangat jauh (jaraknya).

Jadi Ahok bukanlah lawan yang terlalu tangguh untuk di hadapi oleh partai besar, namun memang Ahok nekat karena di dukung oleh relawan yang setia. Kita akan liat dinamika politik sampai dengan bulan Juli 2016. **(ak)

Sumber tulisan : Facebook

Sumber foto : ayobandung,com

Tuesday, March 15, 2016 - 09:00
Kategori Rubrik: