Klaim Kemenangan Yang Tidak Pede

ilustrasi

Oleh : Rudi S Kamri

SAYA tidak tahu siapa juru bisik Prabowo yang memprovokasi untuk serta merta mengklaim kemenangan dan sujud syukur berulangkali. Tapi menurut perkiraan saya bukan dari pihak partai pengusung. Karena terlihat semua elite partai politik pendukung Prabowo (kecuali Gerindra) sedari awal sudah melipir minggir.

Yang tertinggal hanya Amien Rais dan elite ormas Islam garis keras seperti FPI, FUI dan beberapa pimpinan ex HTI. Analisa saya Amien Rais tidak lagi merepresentasikan kelompok elite PAN. Dia hanya mewakili ambisi pribadi yang tak pernah tuntas terlampiaskan.

Sedangkan kelompok non partai yang masih setia memprovokasi Prabowo rupanya juga tidak seiya sekata. Ada faksi-faksi yang mempunyai agenda terselubung berbeda-beda. Mereka hanya dipersatukan untuk bersama mendompleng kendaraan Prabowo.

Karena tidak satu agenda, kebersamaan mereka tampak rapuh. Hura-hura pesta kemenangan palsu di Istana Kartanegara ternyata hanya bertahan beberapa hari. Dan narasinya pun berganti hari berganti warna. Di awal sok yakin diri mengklaim kemenangan, sekarang narasinya berganti menjadi Pemilu curang dan mereka minta di ulang. Bagi saya narasi tidak konsisten ini aneh, lucu dan agak menjijikkan.

Beberapa hari lalu mereka mengerahkan emak- emak untuk berdemo nyinyir ke KPU. Teriak- teriak tidak senada dan hanya sayup-sayup tak terdengar beritanya. Hari ini pasukan berpeci putih gantian menggeruduk Bawaslu. Tuntutan mereka lucu, memaksa Pemilu ulang karena curang. Mereka bilang bukan bagian dari kelompok Kartanegara, tapi ada Ustadz Sambo dan Jumhur Hidayat menjadi komandan lapangan. Mereka pikir kita bisa dengan mudah ditipu dengan aksi massa abal-abal ini.

Kesimpulan saya mereka sekarang telah kehilangan kepercayaan diri untuk merasa yakin jadi pemenang. Bahkan mungkin mereka sudah merasa benar-benar akan kalah. Karena dokumen quick count versi mereka yang sebagai dasar klaim kemenangan' mereka tidak juga berani dibuka ke publik. Mereka juga terlihat tidak PeDe lagi. Nyanyian kemenangan yang di awal hari diteriakkan sekarang sayup- sayup menghilang.

Pertanyaan kecil saya, mengapa Prabowo dan kelompoknya tak kunjung mau belajar dari pengalaman 5 tahun lalu ?

Mengapa oh mengapa ......

Salam SATU Indonesia,
Sumber : Status Facebook Rudi S Kamri

Thursday, April 25, 2019 - 13:00
Kategori Rubrik: