Kitab Suci dan Penghinaan

ilustrasi

Oleh : Buyung Kaneka Waluya

Beberapa tahun yang lalu..., ada kejadian dimana seorang tentara Amerika tanpa sengaja merobek dan membuang Kitab Suci agama tertentu begitu saja ke dalam Toilet.

Berita tersebut masuk ke media di seluruh dunia..., seakan-akan si Tentara telah melakukan Kejahatan Ekstrem.

Tak lama kemudian..., Ajahn Brahm (seorang Biksu Kepala di Australia) ditelepon seorang wartawan Australia..., yang sudah menanyai semua pemimpin berbagai aliran agama dan kepercayaan dengan pertanyaan yang sama..., yaitu soal kitab suci dirobek dan dibuang ke Toilet.

Si wartawan bertanya hal yang sama pada Ajahn Brahm...:

"Ajahn Brahm..., apa yang akan Anda lakukan seandainya ada orang yang merobek lembaran Tripitaka dan membuangnya ke Toilet.....?"

Beliau menjawab...: "Saya akan panggil tukang untuk membersihkan toilet dan mengangkat kitab suci itu...., supaya toilet tidak buntu....".

Wartawan itu tertawa dan mengatakan...:

"Ini baru jawaban yang masuk akal...."

Selanjutnya beliau mengatakan...:

"Saya menjelaskan..., seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha..., membakar Vihara atau membunuh Bhiksu dan Bhiksuni...., mereka mungkin menghancurkan semuanya..., tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan Ajaran Buddha....".

"Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet,..., tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan..., kedamaian..., dan welas asih ke dalam toilet....".

Buku bukanlah Agama..., demikian juga dengan patung..., bangunan dan para pemuka agama.

Ini semua hanyalah "kontainer".

Apa yang telah buku ajarkan kepada kita...?

Patung itu merepresentasikan apa....?

Kualitas apa yang seharusnya diwujudkan para pemuka agama....?

Inilah yang disebut dengan "isi".

Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara "kontainer" dan "isi"..., maka kita akan mampu mempertahankan "isi"..., meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Kita bisa mencetak lebih banyak buku..., bisa membangun lebih banyak Vihara dan patung-patung..., bahkan bisa melatih lebih banyak Bhiksu dan Bhiksuni...; tetapi ketika kita kehilangan cinta kasih dan rasa hormat kepada sesama dan diri kita sendiri..., dan menggantinya dengan kebencian...., maka keseluruhan agama itu telah jatuh ke dalam toilet.

Semoga kita semua dapat berpikir positif..., dan lebih bijak dalam menyingkapi segala permasalahan.

Jangan menggunakan emosi..., ketika kita sedang menyelesaikan masalah.

Rahayu.....

Sumber : Status Facebook Buyung Kaneka Wakuya

Sunday, December 8, 2019 - 10:15
Kategori Rubrik: