Kitab Pondasi Indonesia "Dar Islam"

Ilustrasi

Oleh : Arif Maftukhin

Kalau Anda harus ikut pendapat seseorang, maka mana yang Anda pilih: Sidiq al-Jawi, Felix, dan geng mereka atau Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husain bin Umar al-Masyhur?

Jika Anda lebih kenal ustadz-ustadz jaman now, cobalah sesekali membaca pemikiran para ulama dari jaman old. Mereka mungkin hidup di jaman semonow, tetapi pandangan mereka seringkali melampaui jaman now.

Sayyid Abdurrahman lahir di Tarim, Hadramaut (Yaman) tahun 1834 M (atau empat tahun sesudah berakhirnya Perang Diponegoro di Jawa). Beliau dikenal sebagai alimnya Hadramaut, mufti, rujukan, Abu Tarim, dan gelar-gelar yang menunjukkan kapasitas keilmuannya.

Kita wajib mengenal beliau karena kitab yang disusun, Bughyatul Mustarsyidin (Gambar 1), menjadi rujukan NU pada Muktamar 1935 untuk menerima Indonesia, yang belum merdeka, sebagai Dar Islam (Gambar 2). Pengarang Bughyah sendiri mengambil fatwa dari Sayyid Abdullah bin Umar bin Abi Bakr bin Yahya (kode ي)

Kitab ini dapat menjadi contoh untuk menilai noraknya orang-orang yang ingin mengganti Indonesia dengan khilafah. Hindia Belanda saja oleh kitab ini disebut Dar Islam, apalagi Indonesia sekarang. Presidennya muslim (dan baik hati), rakyatnya mayoritas muslim (walaupun sebagian kelompok kadang bikin sakit hati), para gubernurnya juga Muslim (apalagi yang di Betawi), dan orang Islam boleh mengekspresikan keislamannya sebebasnya (termasuk bebas ngomong bagi pemimpi khilafah)... Maka, alasan apalagi untuk menolak Indonesia kalau bukan omong kosong soal sistem khilafah basi?

Teks Bughyatul Mustaryidin (Gambar 3) berbunyi: "Setiap tempat yang pernah dapat ditinggali orang Islam dan mempertahankannya dari musuh statusnya menjadi Dar Islam...." 
"Sudah dimaklumi bahwa Tanah Betawi dan Jawa pada umumnya adalah Dar Islam karena umat Islam pernah pernah berdaulat atas tanah itu sebelum dijajah orang-orang kafir." (highlighted).

Ngono kuwi lo dawuhe "ulama tenanan" diwoco, digatekno, gak mung "ndemalil" ae...

Sumber : Status Facebook Arif Maftukhin

Thursday, December 14, 2017 - 14:30
Kategori Rubrik: