Kita Pasti Selamat, Begini Caranya

Oleh: Setyo Hajar Dewantoro 

Saya punya trust 100% pada Presiden RI Joko Widodo dan Ketua Gugus Tugas Covid 19 Doni Monardo. Mereka adalah negarawan dengan jiwa patriotik, betul-betul berjuang untuk menyelamatkan bangsa ini. Mereka punya kasih murni, sangat peduli pada nasib seluruh warga Indonesia. Saya katakan ini setelah saya selami jiwa mereka. Dalam keheningan saya bisa menjangkau realitas tersembunyi, saya mengerti keagungan yang ada di balik dua sosok yang sekarang menjadi tokoh kunci penyelesaian issue pandemi di Indonesia. Maka saya dukung beliau berdua sesuai kapasitas saya, di ranah energi kosmik. 

Saya mengerti kesulitan yang beliau hadapi. Karena ini bukan murni tentang pandemi. Ini tentang pergulatan politik dalam negeri yang berkait kelindan dengan dinamika politik global. Jadi apapun kebijakan yang dibuat oleh beliau berdua, pasti mencakup aspek yang utuh, tentang bagaimana memastikan Pemerintahan RI tetap stabil, dalam kedaulatan yang terjaga. Ini tentang menakhodai perahu Republik Indonesia yang coba dilubangi dari dalam oleh orang-orang bermental durjana, juga terus dihantam dari luar oleh kelompok yang ingin terus mencengkeram dunia, agar karam atau bisa diambil alih. Saya tahu sangat tidak mudah. Keliru sedikit perahu bisa karam dan ratusan juta rakyat jadi korban. Bukan karena virus tapi karena angkara para durjana di dalam dan luar negeri. 

 

Siapa mereka ini? Banyak faksi. Di dalam negeri mereka merentang dari para politisi oportunis, kaum ekstremis agamis, pebisnis hitam, hingga kelompok yang dulu merasakan betapa manisnya kekuasaan dan ingin berkuasa kembali. Di tingkat global, mereka adalah kelompok super kaya yang coba terus mencengkeram manusia di Bumi lewat institusi negara yang super power, institusi keuangan internasional, hingga industri farmasi. Jadi perjuangan kita bukan melawan virus, tapi melawan manuver yang hendak melanggengkan penjajahan gaya modern di tanah air ini. Ini tentang pertarungan politik, ekonomi, intelijen, proxy. Issue pandemi digunakan untuk menciptakan pikiran kolektif yang penuh ketakutan, yang bisa melumpuhkan ekonomi, atau memicu kerusuhan, sehingga ada alasan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah. 

Berita gembiranya adalah, Presiden RI dan Ketua Gugus Covid 19 pasti tahu bahwa kekuatan yang hendak menjatuhkan pemerintahan yang ini sudah sangat melemah, baik yang lokal maupun global. Jadi tak perlu ragu lagi untuk mengambil keputusan berdasarkan hikmat kebijaksanaan. 

Maka, sepatutnya, bangkitlah para patriot Indonesia, sadarilah apa yang sebenarnya sedang terjadi. Saatnya kita mendukung Pemerintah RI yang sejatinya berasa di tangan yang tepat. Ini bukan tentang sikap partisan, tapi tentang menyelamatkan bangsa dan negara. Lalu apa yang bisa kita lakukan? 

Ada beberapa langkah strategis yang kita bisa lakukan:

1. Stop menebar vibrasi ketakutan dengan membagikan berita apapun yang terindikasi membuat kesan bahwa virus Corona itu ada di Indonesia dan sangat menyeramkan. Berhenti juga menuliskan segala opini tentang seramnya virus ini seolah Anda tahu pasti. Berhenti juga menyinyiri atau mengkritik siapapun yang telah berupaya untuk hidup normal tanpa ketakutan apapun. Sebarkanlah kesukacitaan, bagikan informasi yang membantu semua orang untuk punya imunitas yang bagus. Bagikan informasi tentang kebijaksanaan tradisional kita untuk membuat kita tetap sehat, tentang gaya hidup sehat, jamu-jamuan, pengobatan tradisional, dan lainnya. Tunjukkan kepada dunia bahwa Anda cerdas - tak bisa ditakut-takuti dengan cara apapun. 

2. Kita dukung Pemerintah RI untuk membuat kebijakan normalisasi sepenuhnya kehidupan di Republik Indonesia. PSBB sudah waktunya dicabut. Dinamika sosial, ekonomi, budaya, sudah saatnya dimerdekakan kembali. Apa dasar bagi kebijakan ini?  
A. Telah terbukti dalam 3 bulan ini, virus yang ada di Indonesia apapun namanya, bisa dikendalikan. Virus ini tidak menambah secara signifikan angka kematian di Indonesia, tidak membunuh pasien yang non comorbid dan jelas bisa disembuhkan. Tidak ada orang meninggal bergelimpangan sekalipun rakyat Indonesia terbukti "bandel".
B. Seiring dengan upaya memproporsionalkan ancaman virus agar sesuai dengan kenyataannya, kembangkan industri vaksin dan obat di dalam negeri. Sudah jelas tipe virus yang tersebar di sini berbeda dengan 3 tipe virus Corona yang ada di dunia. Jangan menunggu WHO yang sedang sibuk dengan pergulatannya sendiri, jangan menunggu pula vaksin dari industri farmasi global karena pasti tak kompatible. 
C. Menggenapi itu, kembangkan pola penanganan pasien yang memberdayakan seluruh potensi bangsa. Mereka yang teridentifikasi postif terapi sakit ringan, biarkan ditangani puskesmas dan pengobatan mandiri di rumah. Ruang khusus di RS hanya diperuntukkan bagi pasien positif dengah comorbid yang memang keadaannya kritis. Hidupkan juga pengobatan tradisional dengan jamu-jamuan. Beri ruang untuk berkembangnya pola penyembuhan yang non medis modern.  
D. Membuka kembali dinamika ekonomi adalah jalan satu-satunya untuk mencegah banyak perusahaan dan negara ini bangkrut. Sudah jelas Pemerintah tak bisa memberi makan rakyat dalam jangka waktu panjang. Biarkan rakyat mencari makan sendiri . Sementara itu dinamika sosial dan budaya harus dibuka karena itulah jalan agar setiap orang menemukan makna hidup, berbahagia, sehingga imunitas meningkatkan dan jadi tetap sehat. 

Jayalah Republik Indonesia. 

* Penulis adalah Guru Meditasi

 

(Sumber: Facebook Setyo Hajar Dewantoro)

Monday, May 25, 2020 - 12:15
Kategori Rubrik: