Kita Mudah Diadu Domba

ilustrasi

Oleh : Alim

Kita ini memang seperti jerami kering yang mudah terbakar hanya oleh panasnya cuaca.

Tokoh sebelah dipuji, kita panas. Tokoh kita dikritik dikit, langsung mendidih; Tokoh kita jadi tersangka korupsi, kita panas... sambil mempertanyakan kenapa tokoh sebelah tidak dipersangkakan; Tokoh kita mengambil kebijakan yang salah, bukannya ikut bantu koreksi malah kita sibuk mencari kesalahan tokoh lain, seakan ingin menutupi kesalahan tokoh kita dengan kesalahan tokoh lain.

Ormas sebelah dipuji, kita panas. Ormas kita dipuji, kita bersukaria-ria sambil menyebut kejelekan ormas sebelah; Ormas lain berprestasi, kita panas seraya mengorek-korek kejelekannya; Ormas lain sedang khilaf, kita segera tunjukkan keunggulan ormas kita.. menunjukkan bahwa ormas kita lebih baik berlipat-lipat.

Tetangga sebelah rumah yang kebetulan beragama berbeda mengkampanyekan perdamaian, kita mendidih lalu nyebut-nyebut negara kafir suka ngebom. Tapi saat yang seagama berbuat teror, kita bilang itu oknum;

Jadi gampang saja mengadu domba kita: puji tokoh sebelah, puji ormas sebelah. Sudahlah otomatis kita jadi panas. 
Ditambah dikit... kritik tokoh dan ormas kita bandingkan dengam tokoh dan ormas sebelah, maka langsung kebencian kita pada tokoh dan ormas sebelah langsung memuncak.

Itu baru ormas seagama, Apalagi yang dipuji kok tokoh di luar agama kita lalu dibandingkan dengan kejelekan tokoh agama kita... whuzzz, kita menyala berkobar-kobar.

Kita itu bisa siapa saja, apapun ormas dan agamanya.

Setelah itu tinggal mainkan apa yang ingin dimainkan. Mau adu domba oke, mau adu jangkrik juga bisa..

Sumber : Status Facebook Alim

Saturday, January 18, 2020 - 15:00
Kategori Rubrik: