Kita Idolakan Negara Barat Tapi Yang Ditiru Negara Timur

ilustrasi

Oleh : Budi Santoso Purwokartiko

Puasa hari pertamaku terasa biasa, ringan. Mungkin 7 hari di Poland memang membuat perut terlatih. Kalau soal nahan lapar gini, saya nggak ada apa2nya dibanding para tukangku yang lagi bikin kamar. Gimana nggak enteng, wong cuma ngajar dan baca HP di ruang ber AC. Para tukang itu sahurnya minim, bukanya juga seadanya. Mereka kerja fisik berat dalam panasnya udara Surabaya. Kalau saya jadi mereka, sudah out saat bedhug dhuhur..mungkin lebih cepat dari itu.
Kalau hanya soal nahan lapar, puasa saya nggak ada apa2nya. Terlalu ringan.
Yang berat justru menjaga hati dan pikiran, puasa hati,mengendalikan diri. Ini yang saya mungkin sudah gagal dari awal.

Kenapa susah puasa bikin status ya? Apalagi statusnya bikin beberapa rekan muslim tersinggung.
Tadi pagi duskysi di group WA, kurang lebih begini. Kita ini sering bicara kemajuan negara2 Barat, Jepang, Korea, Singapura dsb. Tapi susah amat untuk berubah, meninggalkan hal2 tidak berguna, tidak relevan. Selalu alasan utama penolakannya mesti persoalan agama.

Ada rektor kirim gambar sedang berlangsung seleksi masuk universitas negeri lewat prestasi hafal quran. Apa relevan? Apa adil? Coba tanya ke Universitas Malaya, di negeri muslim tetangga sebelah, yang rankingnya bagus, jauh di atas ITB, apa ada seleksi masuk PT dengan kriteria prestasi hafal quran. Nggak perlu tanya ke MIT atau Oxford, sudah pasti nggak ada seleksi serupa itu.

Sampai diskusi kenapa baca quran kok dilombakan, padahal quran itu tuntunan, kok dinyanyikan dan dilombakan? Kenapa nggak diamalkan? Pakai dana APBN lagi. Lalu apa output kemanusiaan dan ekonomi dari lomba baca quran? Bisa nggak pakai sponsor. Ssst.. puasa dulu, jangan ngomong hal-hal yang menyinggung umat. Maaf itu tadi diskusi di group WA orang2 yang sudah dewasa. Jadi nggak ada yang marah atau nuding kafir. Hal2 begitu sudah lewat.

Jangan marah ya baca bocoran materi diskusi kami. Puasa dulu ya, puasa marah, puasa sombong, puasa egois

Sumber : Status Facebook Budi Santoso Purwokartiko

Wednesday, May 15, 2019 - 10:00
Kategori Rubrik: