Kita Harus Percaya Diri

Oleh: AVM (Ret) Pray Wongsodidjojo Ramelan

Dalam menangani Corona virus Covid-19, yang paling penting adalah rasa percaya diri. SARS-CoV-2, ini mahluk yg tdk bisa berkembang biak, tapi bisa menjadi banyak dgn membelah diri setelah menemukan inang (sel manusia). Karena itu kl kita ikuti protokol kesehatan, In Sha Allah tdk tertular.

Selain percaya diri, kita harus pintar, tdk sembrono, inilah yg disebut perubahan pola hidup dgn new normal (perilaku baru).

 

Kapan Kasus Covid Selesai?

Kita jangan terjebak dgn menunggu obat, atau vaksin sdh ada, covid datang begitu saja, kita atasi dgn smart, ikuti arahan pemerintah, jangan terlalu percaya ujaran orang LN. Buktiny negara yg "pangjagona" juga babak belur. Kalau nanti covid hilang ya syukur, kl tidak ya kita menyesuaikan dgn era perilaku baru.

Manajemen krisis penanganan Covid makin hari semakin baik, ibaratnya Presiden Jokowi adalah Panglima Perang, dibantu stafnya yg kuat dan mumpuni yaitu para menteri, Panglima TNI, Kapolri. Doni Monardo adlh Asops, Gubernur2 adlh Komandan2 Wilayah. Musuhnya sama tapi pasukan sendiri ada yg kurang disiplin.. dhi, rakyat. Krn itu Gubernur hrs mampu berimprovisasi dan tegas, terlihat semakin yakin,faham dan tegas dalam memimpin.

Penulis beberapa hari mengacu, Anak Indigo India itu menyebut ttk balik tanggal 29 Mei 2020 (Jumat). Sementara STUD (Singapore University of Technology and Design) membuat prediksi Covid selesai di negara2 seantero jagat. Khusus Indonesia  
covid diperkirakan pada tgl 5 Juni 2020 akan selesai 97%, pada 21 Juni selesai 99% dan 100% selesai pada 29 Agustus 2020. Ini teori model kurva, tdk apa2 utk nambah semangat tdk harus kita percaya 100%, 60-70% is okay.

Saat ini para Komandan Wilayah Gubernur) terutama di pulau Jawa yg padat dan ribet, terus kerja keras dg PSBB menuju era New Normal, Gub Jabar, Ridwan Kamil menerapkan pola Adaptasi Kehidupan Baru mulai 1 juni, Gub DKI Anies, keras ngunci Jakarta dari yg nekat mudik sptnya sukses, kurva datar. Gub. Ganjar juga bagus, yg kini ada masalah Gub Jatim, Khofifah masih hrs kerja keras, sdh nyalip DKI di tikungan,lebih banyak yg tetinfeksi dan meninggal 

Setelah ini Apa?

Maksudnya, pemerintah, para ahli virus, lembaga Eijkman, dan sebagian rakyat lbh memahami Covid, karakter, penularan dan siapa
yg rentan dan punya penyakit penyerta, baiknya sama2 sadar, ini perlu dipertajam datanya. Rakyat kita banyak dan diakui sebagian tidak disiplin, terapi harus pas dgn norma dan budaya kita, jangan niru polisi paman Sam itu. Polri di dukung TNI, meningkatkan disiplin. Alhamdulillah yg disekat mau masuk DKI ribuan mobil ya aman2, nurut.

Penutup

Bangsa kita itu sedang dicoba penduduk ke 4 terbanyak di dunia, ya wajar kl korban meninggal diatas 1.000. Bagian pentingnya sudah ada contoh Jabar. Mari kita gotong royong, supaya kasus covid bisa ditekan dan roda petekonomian mulai jalan.

Bagian plg penting adalah "Niat", jangan rese (maaf) bukannya bikin seminar ttg mengatasi Covid, malah bikin seminar ttg pelengseran Pak Jokowi, Panglima Perang melawan Covid, ampun deh. Ada lagi yg buat petisi Pak Jokowi supaya mundur. Sabar Bro, kita beresiin urusan mahluk Tuhan si Covid, kl sdh selesai mau berisik, ya berisik deh situ..mau nyoba ngelengserin coba saja, please deh, mau dikirimin kaca?

 

(Sumber: Facebook Prayitno Ramelan)

Wednesday, June 3, 2020 - 20:45
Kategori Rubrik: