Kita Bisa Berkontribusi Berantas Corona

ilustrasi

Oleh : Musrifah Ringgo

Pandemi Corona di Indonesia hingga kini terus merebak. Bahkan berdasar pengumuman Satgas Corona pada Sabtu 28 Maret 2020 sore tercatat sudah ada 102 orang dengan suspect mencapai 1.155. Sudah berbagai upaya dilakukan pemerintah namun penambahan jumlah suspect hingga meninggal dunia tiap hati masih lumayan tinggi. Hal ini membuktikan upaya yang dilakukan pemerintah akan sia-sia bila masyarakat tidak mau mendengarkan.

Seperti diberitakan terakhir, di sebuah Masjid Jakarta Barat yang tetap menggelar sholat berjamaah terpaksa mengkarantina 170 orang akibat 3 orang suspect ikut berjamaah. Entah sampai kapan himbauan pemerintah akan didengar dan benar-benar ditaati. Tidakkah kita berempati pada tenaga medis yang berjuang mati-matian menyelamatkan nyawa setiap pasien?

Usaha mereka tidak akan ada gunanya juga bila kita tetap membandel tidak mau mendengar dan menuruti beragam himbauan yang diberikan.

Sektor pendidikan sudah sejak 3 minggu memberlakukan belajar di rumah, sektor usaha sudah menggalakkan work from home 2 mingguan, pun sektor keagamaan seperti MUI menghimbau meniadakan sholat berjamaah.

Jangan berpikiran bahwa upaya pribadi kita yang mendengarkan himbauan pemerintah tidak ada gunanya. Akan sangat bermanfaat apabila kita benar-benar patuh atas beragam himbauan itu. Sebaiknya kita keluar apabila dibutuhkan saja misalnya berbelanja kebutuhan pokok atau urusan pekerjaan yang tidak dapat dilakukan secara online. Sebab virus Corona tidak terlihat kasat mata. Upaya pribadi tidak akan berguna bila kita masih seenak sendiri keluar, berkumpul apalagi bertemu orang dari berbagai kalangan.

Apakah cuci tangan dengan sabun, cuci tangan pakai hand sanitizer bahkan penyemprotan disinfektan bakal efektif bila kita masih bebas berkeliaran? Tidak sama sekali. Ketiga upaya itu hanya mengurangi. Orang dengan status carrier dengan tanpa gejala malah jauh lebih berbahaya. Orang dengan imun baik, kesehatan bagus, muda bisa saja carrier dan menularkan. Ini yang harus diingat.

Wujud jelas kontribusi kita dalam memberantas Corona ya membatasi pertemuan dengan orang lain. Pun jika terpaksa bertemu ya jaga jarak. Hindari orang bergejala flu batuk pilek hingga 2 meter.

Segera minimalisir orang-orang lansia keluar rumah apalagi dalam budaya Indonesia mereka gemar berkumpul serta bercerita lama. Jaga lingkungan kita, saudara, keluarga bahkan tetangga dan terus menerus mengingatkan agar membatasi pergaulan secara fisik. Kita semua bisa berkontribusi seperti yang dilakukan oleh para tenaga medis yang berdiri di garis depan menyembuhkan para penderita.

Himbauan juga tidak hanya pemerintah pusat, sudah banyak pemerintah daerah, kecamatan hingga pemerintah desa menyiarkan himbauan agar tertib melakukan protokol pencegahan Corona. Mari saling bahu membahu agar pandemi ini segera berakhir. Percayalah cuci tangan, penggunaan hand sanitizer bahkan penyemprotan disinfektan akan sia-sia bila orang kumpul-kumpul masih ada.

Kita bisa koq membantu, berkontribusi, mengurangi resiko tertular atau bahkan menularkan pada orang lain. Sekali lagi, jangan hanya berharap kebijakan pemerintah saja tanpa melakukan sesuatu. Semua kebijakan akan sia-sia bila masyarakat tidak mengambil peran disana

Saturday, March 28, 2020 - 16:00
Kategori Rubrik: