Kisah Si Gadis Buta

ilustrasi

Oleh : Eddy Pranajaya

Tersebutlah seorang gadis buta yang membenci dirinya sendiri. Gadis buta itu tidak saja membenci dirinya sendiri, tapi juga sangat membenci orang lain, kecuali pacarnya yang amat setia.

Sang pacar selalu ada disisinya ketika si gadis buta itu memerlukan pertolongan. Dia berkata kepada pacarnya, apabila dia bisa melihat dunia ini, dia pasti akan menikahi pacarnya itu.

Pada suatu hari, seseorang mendonasikan sepasang bola matanya untuk si gadis buta, kemudian dia bisa melihat segala yang ada disekitarnya, termasuk pacarnya yang selalu setia berada disampingnya.

Sang pacar lalu bertanya kepadanya : "Sekarang engkau telah bisa melihat keindahan dunia, akankah engkau menikah denganku ?"

Si gadis amat terkejut ketika melihat bahwa pacarnya juga buta seperti dirinya dahulu, maka dia menolak untuk menikah dengan pacarnya.

Sang pacar lalu berjalan keluar dari kamar rumah sakit dengan air mata mengalir deras dipipinya. Kemudian dia menulis diatas kertas dan ditinggalkan diatas meja dekat pembaringan si gadis : "Peliharalah sepasang bola mataku dengan baik, sayangku".

*Demikianlah, otak / cara berpikir manusia akan berubah jika status seseorang berubah. Hanya sedikit orang saja yang masih selalu mengingat kebaikan orang lain terhadap dirinya dikala dia pernah hidup susah pada masa yang lalu*

Hidup adalah sebuah anugerah ...

Senang dan susah adalah seperti kembang-kembang yang mekar diujung tangkai daun. Sesaat saja tampak indah menebarkan wangi, saat berikutnya akan layu, gugur, dan membusuk diatas tanah.

Tidak ada yang abadi dibawah matahari, tidak ada yang paling baik dan paling sempurna dimuka bumi.

Mata adalah cendela hati manusia ; jika matamu terang, maka teranglah seisi dunia ini ; jika matamu gelap, maka gelap pula jalan hidupmu.

Jika mata mampu melihat indahnya sejuta perbedaan dan hati mampu menimbang gelap dan terang ; maka pikiran dan perbuatan tidak akan menyimpang jauh daripada kebenaran.

Jika mata hanya terpesona melihat segala kenikmatan duniawi dan cuma mengejar rejeki, bagaimana akan bisa melihat kekuasaan Sang Pencipta Alam ???

Jika agama diyakini mampu membentuk budi pekerti manusia ; tentunya tidak pernah terlahir para penipu yang berlindung dibalik nama agama, begitu pula tidak mungkin muncul berjuta kejahatan didalam tembok-tembok keagamaan.

Agama dipercaya sebagai mata manusia ; namun jika mata itu buta atau buram, bagaimana mungkin dapat memimpin manusia hidup didalam terang ???

Seperti si gadis buta yang segera lupa akan segala kebaikan pacarnya ; demikian pula manusia yang mata hatinya buta, akan mudah melupakan segala anugerah yang telah diterimanya dari Sang Pencipta Segala Kehidupan.

Sumber : Status Facebook Eddy Pranajaya

Sunday, August 9, 2020 - 16:45
Kategori Rubrik: