Kisah Karma Kadal Kurap dari Cilacap

Oleh : Rudi S Kamri

Jujur saya tidak tertarik dengan kisah petualangan saru seorang penjahat kelamin kelas kutu kupret seperti Arie Gumilar. Dia mau main manuk-manukan dengan Poppy, Sandra, Paijem, Inem, Khotijah, Parikem, atau sama Parman di ruang karaoke plus plus Infinity pakai olie pelicin alur, saya juga tidak perduli. Karena pada dasarnya kalau menilik dari guratan wajah memang terbaca dengan jelas alumni 212 Universitas Monashimin tersebut memang bertampang kotor bin mesum alias peselingkuh kelas kambing.

Yang saya pedulikan adalah kekurang- ajaran dia yang sok mau mendikte Negara untuk jabatan penting di PT Pertamina. Aneh seorang kacung kampret mencoba mengatur jodoh bagi tuannya. Ibarat dia kepala genk kacung, kalau dia tidak setuju dengan calon majikannya, dia yang harus mundur, bukan sebaliknya. Presiden dan Menteri BUMN tidak boleh tunduk sama omongan ngelantur kadal Monas (Kadas) ini. 

 

Tanpa harus diminta semestinya Direksi Pertamina harus berani segera menindak keras Arie Gumilar. Banyak aturan yang menanda, seorang karyawan meskipun dia pemimpin serikat pekerja sekalipun harus tunduk pada aturan yang berlaku. Dan tidak boleh seorang karyawan ngelunjak seperti yang dilakukan Arie Gumilar ini. Kalau Direksi Pertamina tidak berani, mereka yang harus ditindak oleh Menteri BUMN atas kepengecutannya.

Arie Gumilar sudah jelas bukan pendukung Presiden Jokowi saat Pilpres 2019 lalu. Tidak ada masalah, itu hak dia sebagai warga negara yang merdeka. Tapi harus kita waspadai bagaimana dengan warna ideologi dia, apakah masih Pancasila atau sudah tersesat menjadi pendukung manipulator agama yang pro ideologi khilafah. Kementerian BUMN dan BNPT harus bahu membahu menyisir ideologi orang-orang bermental arogan mesum seperti Arie Gumilar. 

Masalah dia menjadi pendukung kelompok 212 itu hal yang tidak bisa dia ingkari. Dan kelompok 212 sudah pasti punya dendam kesumat terhadap BTP. Makanya dia memakai bendera serikat pekerja berapi-api menolak rencana pemerintah menempatkan BTP di lembaga ini. Bisa jadi juga Arie Gumilar merupakan kaki tangan dan kepanjangan mulut dari para mafia migas yang terancam dengan kehadiran BTP di Pertamina.

Tapi apapun tujuan terselubung dia, kita tetap harus kuat membungkam mulut nyinyir manusia seperti Arie Gumilar. Negara harus berani tegas menyumpal mulutnya dengan aturan yang berlaku. Jangan biarkan dia jumawa seakan paling berkuasa.

"Kapan karaoke plus-plus lagi Bang Arie ? Jangan lupa sorban dan peci 212-nya dititipin istri dulu yaaa..", ujar Poppy dan Sandra. (Dan karmapun diterima Arie secara kontan dengan cara seksama dan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya)

Salam SATU Indonesia,
19112019

 

(Sumber: Facebook Rudi S Kamri)

Tuesday, November 19, 2019 - 09:45
Kategori Rubrik: