Kisah Heroik Milenial Jokower

Ilustrasi

Oleh : Ari Aiban

Kedua orangtua saya die hard-nya prabowo. Saya tak berani mendebat mereka terkait dengan pilihan politiknya. Apalagi sampai memberikan fakta tentang Prabowo yang sama sekali berbeda dengan gambaran mereka. Setiap kali bertemu, saya selalu dinasehati yang intinya agar nanti mencoblos Prabowo. Saya sih senyum-senyum saja kalau sudah diceramahi seperti itu.

Mereka sebenarnya orang yang polos dalam beragama. Selalu gelisah kalau sudah mendengar suara azan, pengen cepat-cepat mengambil wudhu dan berada di shaf terdepan. Tapi mereka juga keras kepala. Hanya mau mendengarkan pendapat dari seseorang yang berlabel ustad. Jadi sehebat apapun saya menjelaskan kinerja Jokowi pasti akan diakhiri dengan ceramah agama dari mereka. Dan saya pun harus senyum-senyum kembali.

Facebook dan WA merupakan sumber informasi mereka. Sebagai generasi yang bukan millenial, jelas mereka tidak terbiasa untuk mengkonfirmasi kebenaran informasi yang didapatkannya melalui Facebook dan WA. Pokoknya semua yang mereka baca itu adalah kebenaran yang tak terbantahkan. Jangankan mengkonfirmasi kebenaran informasi wong meng-add pertemanan aja masih nyuruh saya.

Tapi memang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Saya mewarisi sifat keras kepala mereka. Kepala saya menjadi keras kuadrat. Saya harus menemukan cara bagaimana agar kedua orangtua bisa terbebas pemikirannya dari informasi sesat yang dipasok oleh pertemanannya di media sosial. Hingga akhirnya kesempatan itu datang.

Suatu waktu saya berkunjung ke rumah orangtua, tapi ternyata mereka sedang pergi ke pasar. Smartphone mereka sedang di-charge. AHA moment itu menyapa. Saya buka facebook dan WA mereka, kaget melihat daftar pertemanan dan grup-grup tempat mereka dicemplungkan. Saya menghapus daftar pertemanan yang setiap menit share hoax. Kemudian me-follow akun maupun page dari ustad beneran.

Belakangan sikap mereka sudah mulai berubah. Informasi yang mereka dapatkan sudah berimbang. Walaupun mereka belum menyatakan mendukung Jokowi tapi mereka juga sudah tidak mau mendukung Prabowo. Tak masalah sementara ini. Toh masih ada beberapa bulan lagi untuk merubah pendirian mereka. Saya mah gak muluk-muluk, bisa meyakinkan keluarga saya saja untuk memilih Jokowi adalah sebuah prestasi besar.

Ternyata saya lebih keras kepala dibanding mereka.

Sumber : Status Facebook Mohammad Monib

Saturday, January 5, 2019 - 16:15
Kategori Rubrik: