Kirab Satu Negeri

Oleh: Vinanda Febriani

 

"Vin, denger-denger hari ini GP Ansor ada acara Kirab Nasional ya?," tanya seorang kawan melalui WhatsApp pada Minggu, (16/09/2018).

"Benar," jawabku singkat.

 

 

"Ngapain. Pencitraan? Mau nunjukin kalau Ansor itu Cinta NKRI? Mau nunjukin kalau Ansor itu hebat?. Nggak ngaruh. Jaga Gereja aja, sana!," tulisnya kembali.

Dia adalah kawan seusiaku, bahkan bisa dibilang lebih muda dariku. Dia adalah sosok yang amat membenci Ansor-Banser. Dunianya terlalu sempit, banyak dipengaruhi oleh isu-isu provokatif terhadap NU-terutama Ansor dan Banser. Tak heran mengapa dia sangat tidak suka dengan gerakan positif Ansor dan Banse, sebab dia terlalu banyak belajar agama dari Youtube.

Sebelumnya, hampir tidak pernah aku membalas pesan semacam itu di WA. Namun kali ini karena ada waktu luang, maka aku sempatkan untuk membalasnya.

"Untuk apa pencitraan, pamer dan lain sebagainya seperti yang kamu tuduhkan. Tanpa menunjukkan jati dirinya, Ansor-Banser sudah hebat. Bahkan lebih hebat dari kamu, aku," tulisku.

Dia kembali menuliskan bahwa Ansor-Banser adalah ormas penjaga Gereja dan pembubar Pengajian. Yah, seperti yang sering dituduhkan orang-orang pembenci kepada keduanya.

"Begini adindaku yang cantik. Pertama, yang perlu dipahami adalah adanya ungkapan "Tidak pernah ada asap tanpa ada api". Artinya,tidak akan pernah Ansor-Banser menolak suatu pengajian tanpa ada alasan logis dan sesuai fakta&data yang mendasarinya.
Kedua, Banser mengamankan manusia yang ada didalam Gereja sebagai langkah mengimplementasikan toleransi di dalam kehidupan nyata," jelasku.

Kenapa aku memilih memakai kata 'menolak' dalam pernyataan pertama?. Sebab memang Ansor-Banser memiliki kesepakatan baik lisan ataupun tulisan sejak awal, bahwa mereka menolak diadakannya kegiatan pengajian yang mana diisi oleh penceramah dagi kelompok kekanan-kananan (Fundamentalism/Radikalism) yang mana dikhawatirkan nantinya akan menimbulkan perpecahan, provokasi atau adu-domba sesama manusia.

Dalam pernyataan kedua; aku memilih menggunakan kata 'mengamankan', bukan menjaga. Banser mengamankan Gereja atas dawuh dari Almukarram Kh. Abdurrahman Wachid atau Gus Dur. Pernah suatu ketika di sebuah Gereja di Mojokerto, tatkala Banser sedang bertugas, salahsatu personilnya meninggal sebab memeluk bom yang diletakkan di area Gereja. Banser itu bernama Riyanto, dia adalah Pahlawan Kemanusiaan, Pahlawan Toleransi. Jika tak ada dia, mungkin ratusan atau bahkan ribuan orang yang menjadi korban kebiadaban terorisme.

Sejak saat itulah; mengapa Banser selalu bersemangat untuk melindungi peribadatan umat lain, terutama umat kristiani. Sebab mereka sebagai bagian kecil di bangsa ini selalu merasa terancam dikala peribadatan karena ulah oknum-oknum intoleran yang selalu saja mengatasnamakan Agama.

Selain mengamankan Gereja, ada banyak kegiatan positif Ansor-Banser. Salah satunya adalah Kirab Satu Negeri yang dilaksanakan sejak Minggu, 16 September kemarin hingga 26 Oktober 2018 mendatang. Walaupun ada oknum di suatu daerah yang menolak kedatangan Ansor-Banser, tidak lantas membuat Ansor-Banser menyerah dengan keadaan. Mereka tetap optimis bahwa kegiatan tersebut akan berjalan lancar dan berakhir dengan sukses dan hidmad.

Tak lama kemudian dia kembali membalas.
"Banser Kafir!," katanya.

Kali ini aku lelah; ku biarkan saja dia menulis seenaknya. Kujawab singkat "Kamu benar!,"

."Dasar tukang jaga gereja. Pembubar pengajian," lanjutnya.

.."Ya. Kamu benar!," tulisku singkat.

."Memang benar kok. Banser kan sukanya jaga gereja!,"

.."Ya, kamu benar!,"

."Kami selalu benar!,"

.."Bukankah Tuhan Yang Maha Benar?,"

."Taek!,"

.."Ya Tuhan,"

."Aku bukan Tuhan!,"

.."Tetapi perkataanmu melebihi Kuasa Tuhan,"

Seketika itu, percakapan WA ku diblokir olehnya. Dan hal itu sudah biasa. Palingan 2 atau 3 hari, sudah dibuka kembali blokirannya. Terkadang lucu, ya. Melihat tingkah anak labil yang sok-tahu dan sok-benar. Dasar anak-anak. Eh aku juga masih anak-anak. Sebenarnya kita berdua sama, sama-sama suka memblokir chatt WA kalau sudah bosan. Atau kalau hobbyku -SPAM. 

(Sumber: Facebook Vinanda Febriani)

Thursday, September 20, 2018 - 22:15
Kategori Rubrik: