Kill The Messenger

ilustrasi
Oleh : Widhi Wedhaswara
 
Ketika membuat status ini, setelah salat ied, saya memang membahas tentang isi ceramahnya, bahwa narasi yang tidak sesuai yang di utarakan oleh sang penceramah membuat info yang disampaikan menjadi bias. namun tidak membahas panjang karena idul fitri, halal bi halal dll 
 
isi ceramahnya tentang wajibnya kebangkitan umat muslim, dengan isi umat tertindas dengan kesewenang-wenangan yang ada, dengan contoh di Indonesia, Aleppo, Rohingya dan Muslim Ughur. Padahal informasinya masih bias, (untuk tidak saya katakan hoax). Konflik politik, sosial dll diarahkan seolah ada konflik agama  oleh penceramah. 
 
Untuk Aleppo dan Suriah, Syekh Al - Sawwaf (Ulama Suriah dan juga rektor Univ  Negeri Syam) ketika berkunjung ke MUI meminta agar hoax soal suriah yang banyak bertebaran di Indonesia dihentikan. Beliau juga mengatakan "Donasi kepada lembaga yang tidak kredibel hanya akan membahayakan rakyat Suriah." Ketika saat ini Aleppo sudah aman, setelah ramai tagar #SaveAleppo oleh salah satu partai dan lembaga donasi, sang ustad masih menarasikan umat islam terancam.  
Kemudian untuk Rohingya, dimana konflik sosial dihembuskan olehnya dengan isu umat islam tertindas, NU melalui lembaga kemanusiaannya bahkan sudah sampai kesana untuk memberikan bantuan beserta lembaga amal Muhammadiyah. Konflik sosial tersebut bahkan seperti biasa dibumbui oleh hoax - hoax berbalut agama.  
 
Dan pembahasan tersebut seperti biasa, karena viral. oleh mereka yang merasa lebih tau agama, data dll berusaha menjelekkan dengan komen merendahkan (padahal emang udah jelek) dan ubek  - ubek profil serta bahasa yang indah nian. 
 
Pahamkan cayankkkk
 
Sumber : Status Facebook Widhi Wedhaswara
Monday, June 10, 2019 - 21:00
Kategori Rubrik: