Kiamat Sudah Dekat

Oleh: Sunardian Wirodhono

 

Kiamat sudah dekat? Mungkin yang ngerti hanya Nyiamat. Itu sekiranya antara Kiamat dan Nyiamat hubungannya baik-baik saja. Komunikasinya lancar, dan sekiranya tak ada dusta di antara mereka.

Karena sering antara Ki dan Nyi bisa amat berbeda pandangan. Bertolak belakang yang demi sopan-santun tak boleh bertolak muka. Istilah pengamat politik, antara panggung depan dan belakang bisa beda. Panggung depan bilang mau konser dilarang polisi, panggung belakang nggak taunya nebeng ijin kampanye, tapi tiketnya dijual.

 

 

Kita juga tidak tahu, apakah Kiamat dekat pada Luna Maya atau Reino Barrack, sekali pun mungkin Syahrini belum tentu pro Nyiamat. Dia mah, dengan seperangkat alat shalat dan mahar Rp 40 milyar cukuplah. Bagi Reino Barrack, ia sebenarnya juga bisa nyawapres. Untuk milyuner, ongkos jadi peserta Pilpres cukup murah. Dalam pengakuan Sandiaga, ia sudah nyumbang duit pribadi Rp 100-an milyar. Rp 7,3 trilyun berkurang Rp 100-an milyar kagak terasa. Mardani Ali Sera ngarti banget soal itu. Beda dengan yang cuma punya Rp 300.000, eh, ditagih utang Rp 13 juta. Itu Kiamat. Bukan Kieswe!

Mangsalahnya, sering tak dijelaskan, Kiamat sudah dekat itu dengan siapa? Apakah kedekatan itu sesuatu banget? Kalau misal Prabowo dipinjami mobil Chep Hernawan, karena kedekatan, atau sewa mobil berbayar? Di jaman pos-crut, kebenaran tidak penting. Yang penting ‘asu gedhe menang kerahe’. Kaum elite (kalangan atas, berpendidikan dan kaya-raya), lebih diuntungkan jangkauan tangan, kaki dan mulutnya. Tak sebagaimana rakyat kecil, rakyat besar bisa positip ngisep sabu, tapi dibilang tak ada barang bukti. Jadi langsung direhabilitasi, dan langsung ngetuit terus. Belum lagi gegara Jokowi, AHY nggak bisa nyapres, walhal terlanjur pensiun dini.

Sebenarnya, apa tanda-tanda Kiamat sudah dekat? Sangat mudah dilihat. Kalau dalam pandangan kita semula jarak Kiamat lima meter, dalam lima menit kemudian jadi satu meter, itu tandanya sudah dekat. Kalau dari lima meter menjadi 65 meter, itu menjauh. Kemana mengetahui hal itu? Tanyakan pada Amien Rais. Doktor politik ini, kemarin dapat bocoran langit, para malaikat ikut berdoa agar Jokowi kalah. Karena kemarin tidak ngefek, ketika dikatakan jika sekian banyak umat berdoa, Tuhan akan malu jika tak mengabulkannya. Maka dari umat, kini ditingkatkan levelnya. Para malaikat berdoa sangat spesifik, untuk kubu Capres 02.

Sementara menurut simbah saya, yang al kafirun, salah satu tanda-tanda orang mau mati, biasanya melihat malaikat. Apalagi Jokowi menang Pilpres 2019, bener-bener deh, bagi Amien Rais cum suis, bukan Nyiamat.

 

(Sumber: Facebook Sunardian W)

Saturday, March 16, 2019 - 15:45
Kategori Rubrik: