Khotbah Tomat-Tomatan

Ilustrasi

Oleh : Budi Setiawan

Pernyataan Ketua PBNU, KH Said Aqil Siradj dibawah ini patut dijadikan renungan bagi ustad-ustadan yang ceramahnya dobol. Baru semenit belajar diluar negeri, dah sok pinter sejagad. Gayanya tomat-tomatan menyebarkan kebencian, membuat neraka untuk perempuan dan menghalalkan kesombongan.

Kotbah tomat-tomatan kayak gini jauh dari kearifan. Malahan dekat dengan gejala kesurupan. Kesurupan karena jiwanya kosong meski kantong penuh uang tapi ngomongnya songong. Jadi setan nyelonong.

Gak heran jika jemaahnya juga kesurupan. Ketawa abis ketika tomatan-tomatan mempertontonkan kebodohannya.

Tidak seperti ulama panutan yang selalu menjauhi kebencian dan menjadi pagar bangsa seperti Kiyai Aqil di Jambi 29 November 2017. (Link : http://www.muslimoderat.net/…/kh-said-aqil-siradj-saya-di-a…)

“Saya di Arab tiga belas tahun, pulang membawa empat anak. Tapi yang saya bawa pulang itu ilmu, bukan simbol-simbol budaya. Demikian pula Prof. Quraish Shihab, Prof. Aqil Munawar, dan Kiai Mustofa Bisri. Semuanya bawa ilmu, tidak ada yang mengimpor budaya Arab ke negeri ini,” ungkapnya.

Kiai Said berpesan agar warga muslim negeri ini mencintai tanah air. “Mari kita cintai negeri ini. Mari kita kuatkan Islam dan nasionalisme kita. Nabi Muhammad diperintahkan oleh Allah untuk mengusir orang-orang yang bikin gaduh, bikin rusuh di Madinah,” jelasnya.

Sumber : Status Facebook Budi Setiawan

Friday, December 1, 2017 - 13:15
Kategori Rubrik: