Khilafiyah Virus

ilustrasi

Oleh : Ahmad Sarwat Lc MA

Namanya juga barang baru, masih belum tuntas penelitiannya.

Selalu saja ada revisi atas apa yabg disimpulkan sebelumnya yang bersifat sementara.

Jadi kalau kita saksikan para ahli per-virus-an yang sudah sampai maqom-nya masih berbeda pendapat, ya kita sabar aja.

Tidak perlu merasa diri paling pinter, paling ngerti dan paling ekspert, sambil menjalankan kebiasaan buruk kita, yaitu sok tunjuk-tunjuk kesalahan di hidung orang. Padahal hidungnya sendiri belepotan kesalahan juga.

Sekelas WHO saja tidak malu mengoreksi kesalahan, namanya juga ijtihad, pasti masih mengalami proses pencarian terus.

Ibarat main gitar, masih distem dan disesuaikan dulu nada-nadanya.

Lha kok masih ada saja yang tampil di medsos berpura-pura jadi orang paling ahli, sambil menuduh-nuduh salah kepada siapa saja.

Kebetulan hatinya masih sakit sama lawan politik, kesempatan balas dendam terbuka lebar. Terus menerus menghujani dengan makian, hinaan, dan cemooh.

Dalam pikirannya, kapan lagi bisa maki-maki lawan politik, itung-itung sambil menghilangkan kekecewaan hati.

Susah move on mode

Sumber : Status Facebook Ahmad Sarwat Lc MA

Thursday, April 9, 2020 - 09:30
Kategori Rubrik: