Khilafah Hanya Nafsu Kuasa Para Pemimpi

Oleh : Teguh K

Berbicara Khilafah Rasulullah telah membatasinya dengan masa, tidak berlaku untuk selamanya. Dalam salah satu hadist Rasulullah Saw bersabda:

al-Khilafatu fi ummatii tsalaatsuna sanatan, tsumma mulkun ba’da dzalika

(Usia khilafah dalam umatku adalah 30 tahun, kemudian setelah itu adalah sistem kerajaan” (HR Ahmad No 21978 dan Turmudzi No 2226, hadist Hasan)

Untuk menguji kebenaran hadis ini, ulama Hadist al-Hafidz as-Suyuthi, mengatakan: “Masa Abu Bakar menjadi Khalifah adalah 2 tahun, 3 bulan dan 10 hari. Umar adalah 10 tahun, 6 bulan dan 8 hari. Utsman adalah 11 tahun, 11 bulan dan 9 hari. Ali adalah 4 tahun, 9 bulan dan 7 hari” (Tuhfat al-Ahwadzi Syarah Sahih Turmudzi 6/8). Jika digenapkan maka telah sesuai dengan hitungan Rasullah, yaitu sekitar 30 tahun. Menilik hadist tersebut, Khilafah era pasca khulafatur rasyidin hanyalah sebutan, hanya sebatas gelar. Dalil empirisnya adalah sebelum Rasulullah Saw wafat sama sekali tidak ada wasiat tentang siapa calon Khalifah (pengganti Nabi) dan bagaimana sistem itu dijalankan. Ternyata Rasulullah menyerahkan kepada para sahabat itu untuk menentukan sistem yang akan dijalankannya sepeninggal Raulullah Saw.

Inilah alasan mengapa pada masa khulafatur rasyidin ada perbedaan metode pengangkatan Khilafah yaitu pertama melalui Syuro ( musyawarah) seperti pada waktu pengangkatan khalifah abu bakar, Kedua Baiat (penunjukan langsung) seperti pada waktu pengangkatan Umar Bin khatab dan Sayidina Ali bin Abi thalib. Ketiga adalah metode ahlul halli wal aqdi ( dewan Syuro Ulama / legislatif) seperti pada waktu pengangkatan khalifah Usman bin Affan sebagai pengganti Khalifah Umar bin Khattab. Setelah itu pasca era Khulafatur rasyidin sistem pemerintahan Islam beralih ke sistem kerajaan sebagaimana Nubuwat Nabi Muhammad dalam hadist di atas. 

Point utama kejayaan Islam bukan karena khilafah, kalaupun karena khilafah itu tidak lepas dari kehebatan personal dan pribadi para Khulafa’ ar-Rasyidin yang banyak dipuji oleh Rasulullah dalam hadis-hadis sahih. Namun secara umum Rasulullah memberi penjelasan yang indah: “Inna shalaaha awwali hadzihi al-ummati bi az-zahaadati wa al-yaqiini wa halaakuhaa bi al-bukhli wa al-amali”. Artinya: “Sungguh kejayaan generasi awal umat ini adalah dengan sifat zuhud (tidak cinta dunia) dan keyakinan. Dan kehancuran generasi akhir umatku adalah dengan kikir dan angan-angan panjang” (HR Ahmad dalam az-Zuhd, Thabrani dan Baihaqi dari Amr bin Syuaib)

Pada November 2007, para ulama di Jatim telah melakukan Bahtsul Masail tentang Khilafah di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Genggong Pajarakan Probolinggo.Keputusannya menyatakan secara tegas, bahwa tidak ada dalil nash yang mewajibkan berdirinya khilafah, karena keberadaan sistem khilafah adalah bentuk ijtihadiyah sama halnya dengan Demokrasi dan Pancasila yang lahir dari Ijtihad para Ulama dan pendiri bangsa ini yang merumuskannya dalam sidang BPUPKI.

Mengenang kembali dan bernostalgia tentang kejayaan Islam di masa Khalifah hanyalah semakin membuat mimpi yang tak berkesudahan. Sebab di samping pentingnya membuat sebuah sistem, ada hal yang jauh lebih penting, yaitu membentuk kesalehan individu, komunitas dan akhirnya akan terbangun kesalehan sosial, sebagaimana Rasulullah Saw telah berhasil menjadikan sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali sebagai pemimpin yang luar biasa hebatnya sebagai pengganti Rasulullah Saw.

Sementara dari segi dalil, mendirikan khilafah yang dikumandangkan saat ini bukanlah berdasarkan dalil yang pasti dan akurat, melainkan berdasarkan asumsi yang justru bertolak belakang dengan pendapat mayoritas ulama. Maka tepatlah bahwa semangat pendirian Khilafah adalah sebuah Proxy yang sedang di mainkan untuk memecah belah umat Islam. Ini terbukti, dimana Hizbut tahrir sebagai organisasi pengangsong Khilafah ini justru di tolak oleh mayoritas negara Muslim,

Lihat : http://satunusanews.id/20-negara-di-dunia-ini-melarang-hti-hizbut-tahrir/

Ini juga menjawab mengapa HTI justru malah membangun pusat organisasinya di London, negeri yang mereka sebut negeri Kafir itu? Mikir

Sumber : facebook Teguh.K

Friday, May 5, 2017 - 13:45
Kategori Rubrik: