Khilafah Ala Jokowi

Ilustrasi

Oleh : Riza Iqbal

Panasnya isu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel menimbulkan kecaman dari berbagai negara. Indonesia, bersama Qatar dan Yordania sebagai negara mayoritas Islam sepakat bersatu mendukung Palestina.

"Kita tadi bahas soal Yerusalem juga. Saya pikir kita perlu bersatu, terutama sebagai negara Muslim untuk mengirimkan pesan melawan tindakan yang dilakukan oleh AS," ucap Menlu RI Retno LP Marsudi

Menlu Qatar Sultan bin Saad al-Muraikhi mengatakan memiliki pandangan yang sama dengan Indonesia terkait persoalan klaim sepihak Yerusalem oleh AS. Ia juga setuju dengan ide bergabungnya kekuatan negara-negara Islam.

"Ya, kita punya concern yang sama dengan Indonesia terkait aksi yang dilakukan AS. Kita sudah bicarakan bagaimana bisa segera bersatu sebagai bagian dari negara Arab dan Islam," ujar al-Muraikhi.

Sekelompok orang yg merasa paling Islam, cuma bisa teriak2 di monas tentang persatuan Islam. Hasilnya justru mereka memecah Islam itu sendiri. HTI yg menginginkan pemerintahan ala khilafah, justru menggiring kehancuran kedalam negeri.

Pemerintahan Jokowi yg dianggap anti Islam oleh mereka, bergerak cepat atas tindakan ketidakadilan AS terhadap Rakyat Palestina. Presiden Jokowi mengecam ketidakadilan AS yg mendukung zionis Israel. Yg dikecam adalah ketidakadilan dan zionisme Israel, bukan terhadap agamanya.

Pak Dhe tidak perlu mengerahkankan masa untuk menunjukan kepeduliannya terhadap sesama muslim dunia. Saat mereka cuma bisa teriak dan tulis "Save Rohingya" hingga "Stop Humanity", Pak Dhe sudah mengirim ribuan ton bantuan. 
Saat terjadi pembantaian umat di Masjid di Mesir, Pak Dhe langsung mengutuk tindakan brutal itu. Sementara mereka sedang duduk2 bersama membahas tentang meraih kekuasaan
Saat mereka hanya mampu membawa bendera Palestina disetiap aksi, Pak Dhe mengajak negara2 Islam untuk bertindak terhadap zionisme Israel dan hegemoni Amerika Serikat.

Tanpa mengumbar2 khilafah dan persatuan umat Islam. Pak Dhe justru bergerak untuk menyatukan negara2 Islam untuk menghadapi hegemoni negara barat dan negara zionis yg semena2 terhadap umat muslim di Palestina. Pak Dhe sedang mencoba menjadikan khilafah Islam yg tidak trans nasional. Khilafah al Indonesia.

Mungkin sebenarnya mereka ingin mengatakan, Pak Dhe lah yg pantas dan bisa menyatukan negara2 dan umat Islam. Selain sebagai Presiden, mereka menganggap Pak Dhe sebagai intelektual Islam. Sementara mereka baru punya orang yg mengaku in tele'.

Gak usah malu pret, kalian mau bilang kalau Pak Dhe memang pantas jadi seorang Khalifah kan..?

-TYVa-

Sumber : Status Facebook Riza Iqbal

Friday, December 8, 2017 - 15:30
Kategori Rubrik: