Ketinggian Malu pada Jokowi

Pemerataan harga BBM dan pengambilan saham Free Port adalah karya monumental Jokowi kepada rakyat Papua, yg selama 70 thn merdeka rasa keadilan atas 1 liter BBM saja tak terurus oleh presiden sebelumnya.
Dalam harga BBM itu ada nilai kemanusiaan yg tinggi, ada pemerataan dan keadilan. Sementara SBY, JK, DS, AR dkk ini kan cuma kelompok pencitraan dan haus kekuasaan serta rakus kekayaan, belum lagi muncul coro busuk mau menurunkan Jokowi, ini akibat ngaca di lumpur Lapindo.
Sekarang kita minta mereka ngaca di punggung Dr. Terawan. Pencipta Vaksin Nusantara berbasis Cell dendritik ( baca artinya ) yg masih menyelesaikan uji klinis ke dua.
Dr. Terawan adalah pencipta teori cuci otak bagi pasien stroke yg tak diakui IDI tapi sudah menyembuhkan lebih dari 40.000 pasien dan salah satunya teman baik saya Aldy, sekali lagi TEMAN BAIK saya di depan mata kepala saya sendiri, dalam 1 bulan dia bs berjalan dan ngantor, mungkin sekarang sudah main futsal.
Inilah akibatnya negara yg dihuni banyak asosiasi, akhirnya nyerimpeti kaki.
Dr. Terawan adalah salah satu manusia bermanfaat tanpa mencari manfaat pribadi, dia seperti juga Jokowi yg bekerja dalam diam dan karyanya tak perlu di museum kan, karena semua hasil kerjanya bukan untuk ketenaran melainkan untuk kemanusiaan tanpa mengenal perbedaan agama atau suku yg selalu disalah gunakan.
Akhir² ini kelompok yg namanya disebut diatas adalah sebagian dari pengganggu NKRI, jangan sebut mereka bekas apa, mau bekas presiden, wapres, ketua ormas agama, budayawan, dst. Kalau mereka masuk ranah dalam arti menyinyiri kinerja pemerintah saat ini yg mereka sendiri tak bisa melakukannya, maka keberadaannya tak ubahnya seperti HTI dan FPI yg sengaja menghalangi kemajuan NKRI bahkan bisa merestui mengganti ideologi.
Puluhan tahun mereka berkuasa tak mampu membubarkan HTI, atau malah memeliharanya seperti mereka beternak FPI.
Kan kelihatan mereka memakai FPI sebagai pasukan bayaran yg membahayakan, buktinya orang ” sepintar ” JK bisa mengatakan Rizieq pemimpin kharismatik, ini kepintaran atau pikiran yg di pelintir kepentingan yg membahayakan. Bukti lainnya saat Rizieq di kandangkan dia malah mau ngurus Taliban, apa mau menunjukkan bahwa sel kesesatan itu memang diternakkan untuk meluluh lantakkan Indonesia kedepan.
Dalam waktu yg sama JK juga mengatakan ada kekosongan kepemimpinan, kita bisa menduga bahwa isu pemakzulan yg selalu di dengungkan dan terakhir saat deklarasi KAMI di TIM jelas² didepan barisan para deklarator ada yg membawa spanduk ” turunkan Jokowi “.
Artinya deklarasi itu ada konsfirasi dgn orang sejenis yg nadanya sama menjurus ke pemerintahan Jokowi. Dari sanalah kita menarik benang merah bahwa FPI dibiayai. Makanya saat 92 rekening FPI di obok OJK mereka menggelinjang seperti kepegang urat gelinya, yg membuat gelisah hatinya.
Para kelompok pensiunan yg makin menonjolkan kepikunan nya ini, jadi malah mempertontonkan keburukan dan iri hati kepada Jokowi, salahnya mereka adalah membandingkan Jokowi yg mengarungi samudra kebenaran sebagai pemimpin, sementara mereka berkutat pada kubangan lumpur dosa kekuasaan yg pernah di jalankan.
Mereka bukan memberikan manfaat, tapi memanfaatkan negara dan jabatan saat mereka menjabat atau saat mereka berkutat menikmati manfaat demi kepuasan syahwat berkuasa dan mencari kaya.
Sehingga saat mereka melihat kebenaran mata hatinya nanar seolah kebenaran adalah fatamorgana, dan keburukan yg dilakoninya adalah nirwana yg membuai cara hidupnya.
Semoga mereka diberi kesempatan bertobat kalau tidak, tua dan mati dalam Suulkhatimah, dilingkupi keburukan akhlak. Nauuzhubillah minzhaliq.
Mari kita tunggu hasil uji kelinis kedua Vaksin Nusantara, bila gagalpun sudah ada usaha besar untuk bangsa dan kemanusiaan, bukan seperti mereka yg berniat menjegal Indonesia menjadi negara gagal seperti saat mereka mengurusnya, andai mereka tak menjual negara, minimal mencari kawan gagal bersama.
Terima kasih kita kepada Jokowi, Terawan, Sri Mulyani, Retno Marsudi, Basuki Hadi Mulyo, Basuki Cahaya Purnama, Erick Thohir, Nadiem Makarim, Yaqut dan jajaran orang baik lainnya dalam kabinet kerja yang telah membuat Indonesia masuk pada gerbang kemajuan nyata menjadi negara maju.
Inilah sebagian besar nama² orang yg telah mempermalukan manusia diatas, dan membuat kita lebih jelas melihat mana kapas dan mana pempers bekas.
Kita sadar bahwa hidup kita akan terus berdampingan dgn keburukan, satu hal yg harus terus di jaga kita harus waspada dan bisa membandingkan mana kebaikan dan mana keburukan, agar kita tidak terperosok masuk pada pusaran kesesatan.
Jangan menyalahkan setan kalau anda ikutan disana, karena Tuhan pasti tak suka.
Salam Indonesia.
 
(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *