Ketika Vaksin Punya Ideologi

ilustrasi
Oleh : SaSqa SaSqa
Ancen mbelgedhes —-
Susungguhnya ada sebagian yang sedang memperturutkan hawa nafsu, meski pki kalau cocok ya di dukung. Meski ulama kalau nggak cocok dengan pendapatnya ya dilawan. Tiba-tiba Ribka Ciptaning yang dulu pernah dibully karena disebut-sebut PKI dijadikan referensi melawan vaksin. Jadi ini bukan soal Bodrex, Baygon, atau vaksin bikinan China, tapi lebih pada soal nafsu yang dijadikan Tuhan palsu.
Ini namanya mbel-gedhesssss
*^^^^**
Apa salah vaksin sinovacs sehingga dilawan ? Apa karena bikinan China atau menunggu vaksin merah putih bikinan anak negeri yang tak pernah selesai tapi terus diperdebatkan ? Atau vaksin berkalung syahadat ? Atau nunggu bikinan timur tengah atau negeri lainnya yang sesuai keinginan ? Lantas bagaimana dengan bikinan China yang lain ? Gadgatmu bahkan sendal dan sepatumu ? Atau ini hanya semacam politik dagang dan perang antar firma ? Tapi saya peduli apa ?
Apa dipikir obat pening kepala semisal: Bodrex, Panadhol, Oskadhon atau puyer bintang tujuh yang telah dipakai puluhan tahun itu bukan bikinan China ? Hampir semua perangkat laptop bikinan China, bahkan semua jenis pakaian dalam: Cd, kaus kutang dan BH.
Bagi yang memperturutkan hawa nafsu, apapun akan diberi label dan cap agama. Bahkan lebih menyusut menjadi ideologi. Masih ingat dengan baju kotak-kotak. Apa salah warna kotak-kotak sehingga siapapun yang pakai dianggap pendukung Ahok ? Jadi jelas ini bukan soal iman atau agama yang dianuti, tapi soal nafsu yang kelewat batas dan amarah yang tidak terkendali. Lantas agama dijadikan tunggangan untuk membenarkan.
Buya Yunahar Ilyas (Ketua Majelis Tarjih PP Muhammadiyah) merasakan betul prilaku buruk sebagian orang yang memperturutkan hawa nafsu, orang- orang yang hanya mengagumi pendapatnya sendiri, dan menafikkan pendapat siapapun yang berbeda, bahkan tidak segan berkata kafer, sesat atau yang semisal.
Beliau bertutur tegas : ‘Kebanyakan mengikuti ulamanya jika sesuai dengan keinginannya kemudian meninggalkan bahkan menghujat ulama yang kebetulan tidak sesuai dengan pikirannya —mereka tidak menghormati ulama tapi memperalat ulama”.
Agama hanya dijadikan alat untuk membenarkan hawa nafsunya— yang cocok dipakai yang tak cocok dibuang. Mereka inilah yang menzalimi agama dengan sebenar-benar zalim. Sesungguhnya sedang tidak memperjuangkan agama tapi menjadikan agama sebagai alat perjuangan. Agama hanya menjadi alat. Kelompok ini insya Allah yakin pasti kalah dan morat-marit. Sebab Tuhan tidak diam ketika agamanya dizalimi.
*^^^^*
Firman Allah tabaraka wataala dibawah sudahlah mencukupi: ‘Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhan ? dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?’. Al Jatsiyah 23. Wallahu taala a’lam
Sumber : Status facebook SaSqa SaSqa
Sunday, January 17, 2021 - 12:30
Kategori Rubrik: