Ketika Tommy Diakses PKS Sambil Ngences

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Siapa yg tak tau action partai yg pernah menolak PANCASILA sbg ideologi negara ini, mereka juga pendukung HTI plus bau sangit Wahabi. Partai berbau agama dgn anggota yg militansinya melebihi tentara namun juga tak luput dari segala malapetaka. Partai dgn gagasan bebas pajak kenderaan motor, SIM gratis, penganut poligami mengumbar birahi. 

Oposisi yg memang tak dilirik Jokowi karena memang tak perlu dikasi hati. Kumpulan manusia munafik kelas dewa ini sangat luar biasa niatnya merusak Indonesia, liat saja, bahkan Pancasila mereka tak mau menerimanya. Ideologi pemersatu bangsa dlm Bhineka Tunggal Ika, ujuk-ujuk mau ditolak mereka, emang mereka siapa. Sok mewakili ngavling surga tapi kelakuannya neraka.

 

Jeder, kini dia elus ayah kandung partai Berkarya. Ini bukan karena ada niat baik utk negara, bagaimana mungkin dua manusia perusak Indonesia mau berkarya utk bangsa yg mereka koyak dgn cara apa saja. Apa pernah Cendana mau merawat Indonesia yg pernah di jarahnya, apa percaya kepada PKS yg pernah menolak Pancasila, bisa tiba-tiba cinta kepada garis Khatulistiwa. Kok sepertinya kita mempercayakan leher kita di jilat Srigala.

Sangat jelas partai Berkarya yg kata Priyo Budisantoso berideologi Soeharto ini mau diakses duitnya. Iya PKS melirik beberapa wilayah Pilkada 2020, utk membangun pagar betis 2024. Ini butuh modal gede. Siapa lagi yg mau mereka gandeng kecuali yg punya celengan berbentuk celeng, duit masih mentereng, tapi kelakuan banci kaleng.

2024 pertaruhan dalam masa transisi sungguhan, mereka akan all out disana, termasuk partai lainnya. Isu Prabowo-Puan, Andhika, RK-AB, dst. Semua rencana boleh mereka siapkan dgn logika, tapi mereka selalu lupa ada Tuhan diatas sana. Ada yg maha utk Indonesia, negeri halaman surga ini tak akan diberikan kepada orang yg anti Pancasila, apalagi kepada keturunan sebuah rezim yg pernah membuat kekayaan Indonesia seolah milik nenek moyangnya. 

Sekarang Tuhan sdg mengirim Jokowi utk membenahi, kelanjutannya mungkin saja Jokowi lagi, karena jejaknya pd waktu yg singkat ini tak memadai utk memoles sebuah negeri yg pernah diurus GALI. Walau menjadi antitesis, tapi ada nilai yg tetap dikelola Tuhan.

Kini kita sdg menonton manusia yg mengidap STUNTING MORAL makin menampakkan diri utk kita jadikan sbg dasar berpikir kita, apa rencana mereka utk Indonesia, lihat saja komen dan gaya mereka saat berjumpa.

Srigala berpelukan dgn mesra, dekapan penuh makna, pemodal dan kadal yg sama-sama miskin moral.

Bagaimana ada orang yg selalu merobek kerukunan tiba-tiba mengatakan mau mengajak Jokowi kembali ke rel yg benar. Jokowi tetesan kebenaran yg sdg dihadirkan Tuhan, seolah diatas rel yg salah. 

Ini yg disebut berkaca dalam cermin yg baru diinjak gajah, belum lagi usulan ke perintah utk ngurus Rizieq pulang. Manusia kadal yg mulutnya amoral, manusia yg diposisikan sbg imam muslim Indonesia ini adalah malapetaka, lha inilah kelas PKS yg selalu ngences kepada dana dikantong Cendana, sekaligus jijik kepada Pancasila. Tapi itulah dunia, dia penuh warna, walau kadang tak sedap baunya, karena mereka tetap menyimpan bangke yg akan diumpankan kepada Indonesia. Demi porsi yg pasti pada satu saat mereka pasti mengganti ideologi.

Rasullulah berkata, bahwa musuh islam adalah orang dalam. Kita Indonesia sedang menghadapi kondisi itu, dimana isi perut ideologi kita sedang diuji. Tapi ini jelas bkn cibaan, ini sebuah ancaman. Tidak ada kata lain KITA LAWAN.

 

(Sumber: Facebook Iyyas Subiakto)

Thursday, November 21, 2019 - 08:45
Kategori Rubrik: