Ketika Susi Pudjiastuti Ngetwit Soal Utang RI, Stafsus Sri Mulyani Tak Tinggal Diam

ilustrasi
Oleh : Prasetyo BoedFrast
Jika cuitan² dimulai saat ini, maka itu adalah langkah yg salah, apalagi pilkada & pilpres masih jauh. Saran saya, belajarlah pd Nikita Mirzani & Abu Janda, mereka adalah orang² yg luar biasa !
***
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir triwulan IV 2020 tercatat sebesar USD417,5 miliar atau Rp5.807,43 triliun (kurs Rp13.9100 per USD).
Rinciannya terdiri dari ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) sebesar USD209,2 miliar dan ULN sektor swasta (termasuk BUMN) sebesar USD208,3 miliar.
Menanggapi hal itu, Mantan Menteri Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti langsung mencuitkan sebuah unggahan portal berita media daring di akun Twitter pribadi miliknya.
"Fakta Seputar Utang Luar Negeri RI yang Kini Rp 5.803 Triliun," tulis Susi di akun Twitternya yg mengikuti judul berita di salah satu media online, Rabu (17/2/2021).
Melihat Susi mencuitkan berita tersebut, Stafsus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo pun langsung membalas tweet tersebut.
"Ijin colek Bu @susipudjiastuti," cuit akun Twitter @prastow.
"Bu @susipudjiastuti ysh, ijin meluruskan utk pemahaman publik saja. Total ULN Rp 5. 803 T ini utang pemerintah dan swasta. ULN Pemerintah sendiri Rp 2.907 T. Kenapa oleh @kompascom semua diframing ke Jokowi? Ini yg saya maksud, bahwa perlu dicermati kl retweet tanpa cerita," cuit Yustinus pada akun pribadinya,
@prastow pada Rabu (17/2/2021).
Yustinus juga menyinggung Susi yg merupakan salah satu bagian dari pemerintahan yg dimulai sejak 2014. Menurutnya utang pemerintah juga digunakan Susi untuk pembiayaan di Kementerian Kelautan dan Perikanan saat Susi menjabat.
"Bu @susipudjiastuti, itu kan ucapan tim kampanye 2014, tentu conditional, ada penjelasannya. Ibu kan bagian pemerintahan Jokowi-JK yang berutang utk pembiayaan, trmsk membiayai program Kementerian @kkpgoid . Bantu jelasin dong Bu *saya penggemar Ibu lho," cuit Yustinus.
Susi pun tak tinggal diam. Dirinya meminta Yustinus untuk menjelaskan ihwal cuitannya yg hanya berdasarkan data dari sumber media daring.
"Setelah saya retweet dr tweet pak @prastow Jg dr Kompas, artikel yg baru mohon update dan infokan retweet saya ke follower bapak. Supaya mrk tidak continue mencibir. Trmksh," katanya.
===========================================
Kemudian mbok di tambahi cuitanya Pak Yustinus
----Berapa Anggaran yang di pakai oleh kementrian KKP & berapa Penerimaan Negara bukan dari pajak yang di dapat dari kementrian KKP --njomplang nggak??
Di perjelas juga ULN Pemerintah sendiri Rp 2.907 T. itu gimana perincianya Utang peninggalan Presiden sebelumnya berapa --- cicilan yang sudah di bayarkan pemerintahan jokowi berapa???
==========================================
Itu yang makro Ekonomi --bagaimana dengan yang mikro ekonomi -- Perbankan yang kesulitan menghadapi kredit macet sektor perikanan yang berimbas sistemik yakni perbankan jadi mikir panjang untuk biayai sektor2 yang berhubungan dengan perikanan??
kalau ngikut alasan SJW kebijakan itu pro lingkungan hidup --- gimana dengan nasib buruh nelayan yang ngikut kapal menengah & besar?? yang jumlahnya justru lebih besar dari nelayan tradisional yang memiliki perahu kecil/sampan sendiri??? --- pemilik sampan punya modal kerja ---lha buruh pekerja sektor2 yang berhubungan dengan kapal ikan itu jauh lebih banyak dan boss kapal itu kesulitan melaut akibat perbankan khawatir membiayai sektor ini akibat kredit macet akibat kebijakan kementrian KKP??
Nelayan kecil yang punya modal/alat kerja terbantu tapi gimana dgn buruh nelayan & buruh2 sektor lain yg berhubungan dg perikanan/ kelautan yang kerjanya memburuh tak punya alat kerja sendiri??
Sumber " Status Facebook Prasetyo BoedFrast
Monday, February 22, 2021 - 16:15
Kategori Rubrik: