Ketika Share Status Jonru Jadi Ukuran Wajib Coret Calon Karyawan

Oleh: Bintang Noor Prabowo
 

Seorang teman, HRD di salah satu perusahaan nasional ternama, dengan mengejutkan bercerita bahwa beberapa waktu belakangan ini, dia menerapkan seleksi mendalam calon karyawan yang menjadi kandidat kuat karyawan baru dengan menelusuri akun medsos calon karyawan tersebut..

Kicauan mereka di twitter dan facebook mendadak diobok-obok dengan beberapa metode yang tidak perlu saya jelaskan teknisnya di sini..

Intinya, begitu terindikasi anti sosial, langsung delete.. coret.. 
Apalagi gejala psikopat, misuh tidak jelas di medsos, rasist, ngeyelan, hobi ngafir-ngafirkan, pengkavling sepihak surga, sering mengeluh, dan deteksi awal depresi, langsung stabillo merah.. delete.. coret..

Menariknya, salah satu kategori a-must-coret-nya adalah akun calon karyawan yang sering share tulisan J*nru.. 
yes.. Jo*ru..

Awalnya saya pikir itu adalah antipati dan apriori pribadi beliau.. tapi ternyata tidak..

Tim HRD beliau, menerapkan sistem profiling calon karyawan yang ketat dan fair dari banyak aspek.. 
Dan hampir selalu, 99% profil yang dianggap tidak bermutu, calon biang kerok, provokator, imbesil, secara kebetulan (atau tidak kebetulan), setidaknya pernah satu kali share postingan Jon*u..

Dan kabarnya, HRD-HRD yang lain kadang menerapkan metode serupa..

Moral of the story:
Bagi kalian yang ingin berteriak seperti orang gila di medsos, blog, vlog, youtube, twitter, khususnya yang masih membutuhkan melamar kerjaan, pertimbangkan lagi secara seksama apa yang kalian update, posting, upload, dan koment..

Kecuali kalian sudah bertekat bulat menjadi motivator merangkap penjual seprei online, seperti Jonr*..

Yes, *onru yang itu..

 

(Sumber: Status Facebook Bambang Noor Prabowo)

Thursday, July 14, 2016 - 23:15
Kategori Rubrik: