Ketika RK Dibully Rakyatnya

ilustrasi

Oleh : Arif Maftuhin

Pak Gub. Ridwan Kamil itu terpilih oleh rakyat dengan cara yang terhormat, sebagai Walikota dan sebagai Gubernur. Sama seperti Pak Jokowi. Mereka sudah pernah menang pilihan dua kali, tiga kali, atau lebih. Mereka juga tidak pernah terkena kasus hukum yang menghentikan tugas mereka. Fakta itu sederhana tetapi meyakinkan. Mereka orang pilihan.

Lalu, hari ini Pak Ridwan Kamil bikin himbauan agar rakyat menghormati keputusan KPU soal pemenang pilpres. KPU sendiri adalah lembaga independen. Tidak di bawah pemerintah. 4 dari 7 komisionernya usulan koalisi Pak Bowo. Sulit untuk menghukumi KPU tidak netral. Ini juga fakta sederhana. Mereka netral dan tidak ada bukti mereka berpihak.

Nah. Himbauan Pak Ridwan Kamil benar. Disampaikan oleh orang yang pernah menang pilihan. Putusan KPU juga benar. Lembaga nya netral. Yang diputuskan sebagai pemenang juga punya track record terpilih yang panjang. Jadi presiden juga terbukti bekerja. Tidak sempurna, tetapi cukup memuaskan.

Lalu... Ratusan komentar dari rakyat Jawa Barat mengutuk himbauan Pak Ridwan Kamil. Menyebut otaknya koplok. KPU antek rejim. Lagu mereka satu: curang. Curang. Curang.

Ya Allah, sedih saya. Semua individu dan lembaga yang sah dan kredibel dituduh curang. Demi siapa?

Pak Bowo. Belum pernah menang pilihan. Maju tiga kali kalah terus. Dalam pemilu yang tak pernah terbukti curang. Fakta sederhana saja kan? He failed. He fails. Will fail.

Saya tahu. Mustahil meyakinkan kampret untuk tidak percaya narasi curang. Saya hanya sedih kita tidak bisa segera rukun hanya demi jabatan berumur 5 tahun.

Sumber : Status facebook Arif Maftuhin

Saturday, June 1, 2019 - 11:15
Kategori Rubrik: