Ketika Rio Haryanto Jadi Guru Sehari

Oleh: Niken Satyawati

 

Mengikuti pelajaran di kelas yang disampaikan guru Matematika, Bahasa Indonesia, IPA... sudah biasa. Memang sehari-harinya demikian toh? Tapi bagaimana kalau gurunya pembalap internasional kebanggaan Tanah Air, Rio Haryanto? Pasti sensasional!

Sensasi itulah yang dirasakan para murid SDN Begalon 1, Solo, Sabtu (12/8/2017). Betapa gembira tak terhingga hati para murid ketika kru Solo Mengajar membawa pembalap ganteng itu masuk kelas. Maka tak hanya para murid, para orangtua pun jadi ingin ikut masuk kelas mengikuti pelajaran yang disampaikan Kak Rio.

 

 

Wajah-wajah antusias,takjub, senyum mengukir di bibir sepanjang sesi pelajaran yang sangat istimewa itu. Kak Rio menjadi guru sehari, datang mengajar sekaligus memotivasi puluhan adik-adiknya di SD Begalon. Kak Rio menebarkan semangat bahwa mereka juga bisa menjadi hebat seperti Kak Rio, asal mau belajar dan bekerja keras.

Bagaimana pula rasanya kalau guru yang mengajar di kelas adalah seorang Walikota? Tanyakan itu pada para siswa SD Kemasan 2 Solo. Senang, gembira tiada tara. Itu mungin yang dirasa. Setidaknya itu tergambar dari ekspresi para murid pagi itu.

Walikota Solo Hadi Rudyatmo dan juga Rio Haryanto hadir memenuhi undangan sebagai inspirator, membuat ajang Kelas Inspirasi ke-5 yang dihelat Solo Mengajar tahun ini terasa lebih istimewa. Selain Walikota dan Rio Haryanto, 40-an inspirator dri berbagai profesi menjadi guru sehari di 15 SD. Mereka ada yang dokter, pelaut, dosen, pemadam kebakaran, notaris, banker, penulis dan yang lainnya. Mereka berbagi kisah tentang profesi mereka dan menunjukkan cara bagaimana anak-anak itu juga bisa seperti mereka.

Seribu lebih murid SD di Solo mendapat selingan indah yang memecah rutinitas kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Tak kurang 400-an relawan yang terdiri dari para anak muda meluangkan waktu baik sebagai fasilitator maupun dokumentator. Mereka semua rela cuti sehati untuk perhelatan berbagi kisah, memotivasi anak-anak di sekolah pinggiran agar berani bermimpi, berani bercita-cita.

Di tengah karut marut dunia pendidikan Indonesia, relawan Kelas Inspirasi di Solo dan kota-kota lainnya hadir memberi secercah harapan, seperti oase di tengah padang pasir. Kehadiran para relawan seperti mereka yang membaktikan diri untuk dunia pendidikan, menumbuhkan optimisme bahwa Indonesia akan baik-baik saja.

 

(Sumber: Facebook Niken Satyawati)

Saturday, August 12, 2017 - 23:45
Kategori Rubrik: