Ketika Presiden Jokowi Mengajak Anda Untuk...

Oleh: Stefanus Toni Aka Tante Paku

Orang sering lebih suka mengeluh daripada memandang yang baik. Lihatlah alam semesta yang diciptakan Tuhan itu MELIMPAH RUAH dengan segala sesuatu yang cukup bagi semua orang. Tapi kenapa masih ada yang kekurangan?

Sebenarnya, segala rasa kekurangan hanya ada dalam PEMIKIRAN kita. Ketidakcukupan bukanlah sebuah fakta tetapi suatu keadaan dari sebuah KESADARAN.

 

 

Ketika kita berpikir "KURANG" maka segala sesuatu yang kita lihat menjadi kekurangan, pun juga bagi KEMAKMURAN. Lalu apa yang harus kita pandang?

Pandanglah dengan KECUKUPAN maka kita akan temukan bahwa kecukupan ada dimana-mana.

Kehidupan bukan hanya mampu memberi suplai makanan yang cukup bagi setiap orang tetapi juga bisa memberi RASA CINTA, KESEHATAN, KEAMANAN, KESUKSESAN, DAN RASA SENANG yang mencukupi.

Akhirnya semua tergantung pada pemikiran-pemikiran sendiri. Berhati-hatilah jangan turut ke dalam kesepakatan kolektif atas kekurangan atau kerugian. Mudah memang untuk terhanyut dalam pembicaraan tentang PEREKONOMIAN YANG TIDAK SEHAT, TERORISME, RADIKALISME.

Namun tanpa peduli pada yang sudah dilakukan Presiden Jokowi terhadap negara ini, Anda sama saja tidak memiliki kekuatan untuk tinggal di dunia ini (Di Indonesia) dengan KESADARAN.

Tapi belum terlambat bagi Anda yang tidak mendukung beliau, sebab Anda dapat menciptakan atau merombak kepercayaan apa pun kapan saja untuk berbalik memberikan doa-doa yang baik agar Presiden Jokowi mampu membawa KEMAKMURAN selaras dengan sifat alami dan tujuan rakyat Indonesia.

Berpikirlah dengan OPTIMIS akan kepemimpinan Jokowi niscaya Anda benar-benar menyadari betapa makmurnya Indonesia ini di bawah kendali beliau.

 

(Sumber: Facebook Stefanus Toni)

Monday, July 9, 2018 - 23:15
Kategori Rubrik: