Ketika Penegakan Hukum Dikangkangi Oleh Kaum Munafik

ilustrasi
Oleh : Seruanhulu
Betapa bobroknya penegakan hukum di negeri ini jika masih saja bisa dikangkangi oleh kaum munafik yang mengaku paling agamis dan betapa tidak tau terima kasihnya bangsa ini jika tidak bisa menghargai jasa para pahlawan kemanusiaan.
Penetapan keempat tenaga nakes RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar sebagai tersangka kasus penistaan agama adalah bukti bahwa penegakan hukum di negeri ini masih belum bebas dari genggaman atau tekanan gerombolan-gerombolan manusia gurun yang selama ini menjadi ancaman terhadap kesatuan dan persatuan bangsa.
Mereka mengaku paling beragama, mereka juga mengaku memiliki Tuhan, tapi mereka lupa bahwa dasar dari semua itu adalah rasa saling peduli antar sesama. Sebab, sesungguhnya manusia itu memang diciptakan untuk saling mengasihi, saling peduli dan saling melengkapi. Bukan untuk saling membenci dan bunuh-bunuhan.
Ketika tenaga nakes berjuang dan berupaya semaksimal mungkin untuk menyelamatkan jutaan nyawa manusia di tengah pandemi Covid-19, maka pada saat itu pula kaum ini lebih mementingkan ego lalu kemudian memanfaatkan pasal penistaan agama untuk memenjarakan tenaga nakes.
Coba bayangkan betapa biadabnya kelompok ini.
Ironisnya, para penegak hukum juga masih saja tunduk di bawah tekanan kelompok ini.
Tidak terlalu paham soal apa alasannya, apakah karena takut didemo atau bagaimana? Tapi satu hal yang pasti, selama penegakan hukum masih berada di bawah tekanan pihak-pihak tertentu termasuk kelompok kaum munafik ini, maka selama itu pula masyarakat kehilangan kepercayaan pada proses penegakan hukum yang berlaku di negeri ini.
Jika hal ini tidak segera diubah maka sesungguhnya bangsa ini bukan sedang mengalami kemajuan, melainkan sedang mengalami kemunduran menuju jurang kehancuran.
Penetapan keempat tenaga nakes ini sebagai tersangka, mengakibatkan trauma bagi dunia kesehatan. Dan kedepannya tentu saja hal ini juga menjadi ancaman serius bagi seluruh petugas kesehatan dalam menangani setiap pasien.
Oleh sebab itu, sejatinya di setiap proses penegakan hukum termasuk pada kasus ini, aparat penegak hukum tidak boleh lemah apalagi takut. Melainkan, harus berani melihat dan menilai setiap kasus dari sisi bukti hukumnya, bukan karena tekanannya.
Sumber : Status Facebook Seruanhulu
Thursday, February 25, 2021 - 10:00
Kategori Rubrik: