Ketika Pelacur Politik Dandan Lima Tahunan

Oleh: Iyyas Subiakto

 

Beberapa hari ini di Japos terpampang 2 halaman iklan kampanye politik yg konon di koordinir KPU. Karena dikoordinir dan di paksa harus masuk semua dalam halaman iklan yg sama, konsekwensinya jadi seperti iklan rumah makan tegal menawarkan menu komplet, harga murah tanpa jaminan rasa, enak atau tidak urusan belakangan. 

Menyoroti positioning statement 4 partai agama yg nyaris menghancurkan agama. 

PAN : BELA RAKYAT, BELA UMAT.
PKS : Perlindungan Ulama dan Tokoh / Simbol Agama, Bebas pajak motor, SIM Seumur Hidup, Penghasilan 8 jt/bln tanpa pajak.

 

P3 : INDONESIA MAJU.
PKB : INDONESIA MAJU LAHIR BATIN.
PSI : ANTI KORUPSI DAN POLIGAMI
BERKARYA : PIE KABARE.
NASDEM : JOKOWI PRESIDENKU, NASDEM PARTAIKU.

Melihat apa yg disampaikan semua bak gincu dibibir PELACUR yg ketetesan gerimis saat berdiri di pinggir jalan, meleleh walau tetap memerahkan bibir. PAN misalnya, Bela Rakyat Bela Umat, apa yg mau di bela, kalau Ketuanya mulutnya seperti srigala. Mendukung HTI dan memilih mendukung capres yg tak beres, dan jelas-jelas culas. Tapi memang tak ada pilihan karena merapat ke Jokowi tak di terge.

PKS, ini gak usah dibahas, gak kelas. Partai kawin lari ini gak pantas dihadirkan di negara sekelas Indonesia, PKS partai abu-abu tentang ideologi. Statementnya Melindungi ulama dan simbol agama, apa maksudnya ? ulama mana yg diganggu, kalau arahnya ke Rizieq, ya dianya yg jadi hantu, maka sudah selayaknya negara bicara dan harus menghabisinya. 

P3, cukup menulis Indonesia maju, iya ketuanya maju ke penjara, PKB, Indonesia maju lahir batin, semua pakai batin saja, tak usah dikerjakan. Dari semua statement, kelihatan asal mangap saja tanpa bisa diukur indikator keseriusannya. Hanya PSI yg jelas lugas. ANTI KORUPSI DAN POLIGAMI dan NASDEM, JOKOWI PRESIDENKU, NASDEM PARTAIKU, mereka samikna waatokna, apa yg diprogramkan Jokowi mereka manut saja. 

Kalau partai Berkarya jelas mau memanggil roh bapaknya, statement Pie Kabare, Soeharto banget, dan itu pasti karena ideologi mereka adalah Soeharto, seperti apa yg di sampaikan Priyo. 

Yang menarik, dari semua tampilan iklan, hanya PSI yg menyampaikan ANTI KORUPSI, dan hanya Nasdem yg menampilkan foto Jokowi dari 10 partai pendukung, yg lainnya menampilkan foto ketumnya semua. Dapat dimaklumi memang, karena Jokowi selama ini dan mungkin nanti akan jalan sendiri, sementara partai yg mengusung cuma naik di gerbong, yg penting terangkut, ikut katut.

Buat kita, sudah lama kita merasakan mulut pelacur cari makan, semua di janjikan, service, rasa, warna, dsb, begitu kita beli mereka kasi barang basi yg bahkan dicium saja membuat kita sekarat.

Tapi, sudahlah karena kita memang suka pelacur yg dandan dengan baju pinjaman, jadi harap maklum istilah dan janjipun mereka pinjam yg penting aman, bisa makan buat 5 tahun kedepan, soal rasa nanti mereka jawab, memang belum sempurna, kita lupa telah membeli pelacur yg kadaluarsa, jangankan rasa, baunya saja sudah membuat kita sakit kepala.

Mari kita konsen yg sedang bekerja untuk Indonesia, bajunya putih seperti hatinya, kesantunannya membawa aura kedamaian, sikapnya menunjukkan kejujuran, dari itu semua, dia akan mengatakan ; SAYA BEKERJA UNTUK RAKYAT INDONESIA, BUKAN CUMA RETORIKA, DAN SAYA INDONESIA, SAYA PANCASILA. Kita harus mendukungnya. Kalau ada yg jualan agama, apalagi beragama ganda, lupakan saja. Karena mereka 99% bisa membuat kita kecewa. 13 hari lagi, kita optimis INDONESIA MAJU YG SEBENARNYA DITANGAN ORANG YG TAU MEMEGANG AMANAH, BUKAN YG TAK MAMPU MENJAMAH.

#MARIJOKOWILAGI.

Sunday, April 7, 2019 - 08:15
Kategori Rubrik: