Ketika Mudik Pun Jadi Ajang Politik

Oleh: Denny Siregar

 

"Yang lewat jalan ini dan setuju ganti Presiden, tolong klakson 3X"

Begitu bunyi spanduk di sebuah jalan raya yang dijaga oleh beberapa orang dengan kaos ganti Presiden dan diviralkan di media sosial.

 

 

Tidak ingin kalah, beberapa orang lainnya membalas dengan spanduk bernada sebaliknya, "Yang selalu nyinyir hutang untuk bangun tol, jangan lewat tol ini". Dan ditambah spanduk lainnya, "Terimakasih Jokowi, sudah membuat kami mudik dengan nyaman,"

Pilpres memang masih tahun depan, tapi gertakan2nya sudah mulai terasa sekarang. Hampir semua hal di politikkan, termasuk juga mudik lebaran. Seperti anak kecil yang sedang saingan, kita jadi sering main banding2an..

Saya juga heran dengan fenomena ini, tapi melihatnya secara positif. Inilah gairah berpolitik di Indonesia yang sudah hilang puluhan tahun lamanya.

Dulu kita apatis, 32 tahun yang mimpin si dia lagi si dia lagi. Sesudah si dia selesai, kita belum tergerak untuk memilih karena wajah-wajah lama masih muncul si itu lagi si itu lagi. Dan 10 tahun kemudian, si pencipta lagu itu lagi.

Baru tahun 2012 lah terasa aura gairah politik itu bangkit lagi ketika melihat anak tukang kayu jadi Gubernur. Disusul Pilpres 2014 perbedaan makin meruncing dan 2017 kita sudah sangat terbelah menjadi dua kubu, kubu cebong dan kubu kampret dengan otak kebalik..

Saya membayangkan satu keluarga ketemu, si adik cebong dan si kakak beserta keluarga kampret. Mereka kumpul di rumah ortunya yang bingung, "Dulu gua kasih nama anak gua bagus2, kok sekarang pada manggil bong, pret.."

Mungkin ketika salam2an saling memaafkan, ritual itu berlanjut lagi, "Maafin gua ya bong, lu sih gak mau ganti Presiden.." Dijawab, ""Iya, pret.. awas lo ngejek2 Jokowi lagi..". "Pokooknya 2019 ganti Presiden !!". "Enak aja luu, memang siapa Presiden lu ? Yang dulu sujud syukur itu ??"

Dan mulai gaduh lagi, beberapa menit sesudah maaf-maafan terjadi..

Menarik memang dan kita nikmati saja. Minimal kita tidak apatis dan punya tujuan sampai tahun depan kita milih siapa..

Mungkin sekian tahun lagi, ketika salah seorang dari cebong dan kampret itu meninggal, salah seorang kerabat ziarah ke kuburan yang ada nisan bertuliskan, "Disini dikuburkan si anu bla bla.."dan dibawahnya ada tulisan, "#gantiPresiden2019".

Dan sang kerabat iru berdoa di makam. Selesai berdoa dia membisikkan ke kuburan, "Pret, tau ngga ? Si Kaesang jadi Presiden lagi.."

Kuburan itupun membara... Tidakkkkkkkkk !!!

Selamat menikmati mudik lebaran, cebong dan kampret. Semoga semua binatang hidup berbahagia..

Denny Siregar
www.baboo.id

Tuesday, June 12, 2018 - 14:15
Kategori Rubrik: