Ketika Mabuk Agama Membungkus Rapat Kebodohan

ilustrasi

Oleh : Uju Zubaedi

Saat kekalahan sudah semakin nyata mendekat, maka kejengkelan, kemarahan, kepanikan semakin mendominasi, niat jahatpun mulai muncul terdesain, akal sehat dan pikiran waras makin terbenam.

Mereka lebih suka dengan timbulnya KERUSUHAN daripada harus menerima KEKALAHAN.

Mereka tahu dan mereka rasakan sendiri bahwa isu dan sentiman AGAMA itu sangat sensitif dan bertenaga besar, dan sangat sulit pula disadari bahwa fanatisme agama itu sangat efektif membungkus rapat KEBODOHAN, memprovoksi kerusuhan dg bendera "jihad" dan teriakan takbiiir....

Rapihnya fanatisme (mabuk) agama dalam membungkus kebodohan, membuat orang tak sadar bahwa diiringi teriakan TAKBIR mereka justru melakukan kedurhakaan makar dg menabrak dan mencampakkan peringatan (warning) dari Allah sendiri ....

وَكَذَٰلِكَ جَعَلۡنَا فِي كُلِّ قَرۡيَةٍ أَكَٰبِرَ مُجۡرِمِيهَا لِيَمۡكُرُواْ فِيهَاۖ وَمَا يَمۡكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمۡ وَمَا يَشۡعُرُونَ

Dan begitulah di setiap NEGERI Kami jadikan pembesar2 DURHAKA yg melakukan MAKAR di negeri itu. Tapi (sebenarnya) mereka hanya membuat makar (menipu) dirinya sendiri tanpa mereka sadari. (Al An'am : 123)

Siapakah orang2 yg Allah sebut sebagai PEMBESAR DURHAKA pembuat makar (kerusuhan) tanpa menyadari bahwa aksi mereka itu justru menipu (membodohi) diri mereka sendiri ...? Ayat berikutnya menjelaskah itu..:

وَإِذَا جَآءَتۡهُمۡ ءَايَةٞ قَالُواْ لَن نُّؤۡمِنَ حَتَّىٰ نُؤۡتَىٰ مِثۡلَ مَآ أُوتِيَ رُسُلُ ٱللَّهِۘ ....
Jika datang suatu ayat (fakta dan fenomena) kepada mereka, mereka bilang : “Kami tidak akan beriman (menerima dan mengakui) sebelum (kecuali jika) disodorkan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada ROSUL2 ALLAH.” ....

Begitulah mereka. Mereka anggap hanya AGAMA saja (apa yg disampaikan kepada Rosul2 Allah) yg mereka mau terima dan ikuti. Apapun di luar itu, hasil akal budi (karya, budaya dan kretifitas manusia) mereka ingkari (kafiri) dan mereka lawan, karena kebodohan membuat mereka beranggapan bahwa itu bukan dari Allah...

Padahal semua yg ada dan eksis di alam ini adalah MILIK ALLAH, Ilmu dan Kehendak Allahlah yg membuat semua itu ada dan terjadi. Allah pulalah yg menggunakan semua milikNya itu untuk menggelar dan mewujudkan semua yg telah menjadi "agenda"-Nya (RisalahNya). Kebodohan dan mabuk agama telah mengubur kesadaran mereka akan substansi hakiki ini.

Merekapun tidak menyadari bahwa yg mereka lakukan itu adalah mengganggu, merecoki dan merusuh proses perjalanan Risalah Allah yg karena itu Allah mengancam dg azabNya..

ٱللَّهُ أَعۡلَمُ حَيۡثُ يَجۡعَلُ رِسَالَتَهُۥۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجۡرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٞ شَدِيدُۢ بِمَا كَانُواْ يَمۡكُرُونَ

Allah lebih mengetahui (memiki ilmu) bagaimana Dia menjadikan (menggelar) RISALAHNYA. Orang2 yang durhaka itu, akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya (kebodohan) yang mereka lakukan. (Al An'am : 124)

Begitulah apa yg disebut orang MABUK AGAMA begitu rapatnya membungkus KEBODOHAN. Maka tidaklah berlebihan (bukan lebay) jika ada yg bilang bahwa 212 itu memang 2:12 (Al Baqoroh ayat 12)

أَلَآ إِنَّهُمۡ هُمُ ٱلۡمُفۡسِدُونَ وَلَٰكِن لَّا يَشۡعُرُونَ

Ingatlah, sesungguhnya merekalah yang berbuat kerusakan, tetapi mereka tidak menyadari. (2 : 12)

Sumber : Status Facebook Uju Zubaedi

Friday, March 1, 2019 - 08:30
Kategori Rubrik: