Ketika Khutbah Jumat Jadi Ajang Menyebar Hoax, Akankah Kita Diam?

Oleh: Muhammad Toha

 

Ketika mimbar Sholat Jumat berisi informasi hoax yang dikutip dari media sosial, lantas saya harus bagaimana?

Saya sengaja agak telat beranjak dari duduk, setelah jumatan kali ini. Sekedar ingin melihat lebih dekat khatib yang tadi membawakan khutbah Jumat.

 

 

Wajah beliau begitu teduh rupanya. Bibirnya banyak melempar senyum ketika diajak bercakap-cakap oleh pengurus Mesjid. Tak ada tanda-tanda beliau seorang yang menyimpan bara amarah.

Tapi mengapa di mimbar itu beliau bercerita tentang banyak hal yang tak terverifikasi kebenanaranya, yang ujung dan pangkalnya tak jauh-jauh dari dinamika politik yang berpihak.

Tentang Pertamina yang dikatakan terus merugi; tentang BUMN dan BUMD yang tak satupun untung; tentang Tokoh Agama yang dijadikan sasaran teror oleh orang gila; dan tentang banyak informasi yang sebagian telah saya lahap sebagai berita hoax.

Saya tak bermaksud mencela khatib sholat Jumat itu, sebab saya justru menemukan wajahnya yang damai dan teduh. Menurutku beliau tak layak dicela.

Saya hanya ingin mencela orang-orang dengan nafsu kuasanya yang tak bermoral, yang begitu gemar mereproduksi fitnah dan kebohongan dengan baju agama.

Saya hanya ingin merutuki orang-orang dengan ambisi kuasanya, yang rela menggunakan kedok agama untuk memuaskan hasrat duniawinya.

Sudah begitu banyak orang baik yang tercemari oleh kebencian tak berdasar ini.

Lantas, apakah kita hanya diam?

 

(Sumber: Facebook Muhammad Toha)

Friday, February 23, 2018 - 20:00
Kategori Rubrik: