Ketika Ibu Presiden Jokowi Jadi Sasaran Fitnah Jonru

Oleh: Otto Rajasa
 

Sejak masa pilpres mas lae Jonru sangat getol melancarkan fitnah thd pak Jokowi. Mulai fitnah kristen, Islam palsu, PKI, anak Cina, KTP palsu, surat nikah palsu, dll.

Hingga kini mas lae Jonru menyerang ibu pak Jokowi sebagai ibu palsu.

Bagaimana sikap pak Jokowi? Beliau diam saja. Tetap bekerja keras spt biasa. Bagaimana staff pak Jokowi? Mereka juga diam saja. Bagaimana dg aparat pemerintah? Mereka juga diam saja. Mungkin pak Jokowi mikir, ga mungkin memenjarakan rakyat sendiri. Pernah pak Jokowi memenjarakan tukang sate yg membuat meme porno beliau dg bu Mega. Akhirnya yg terjadi pak tukang sate bukannya dipenjara, malah disantuni krn kasihan. Mungkin jg pak Jokowi takut kl yg menghina beliau dimasukkan penjara semua malah hy bikin penuh penjara. Penjara bukan utk penjahat sebenarnya tetapi hy untuk rakyat sendiri yg beliau sayangi hanya saja belum bisa move on. Kesannya seolah rakyat lawan presiden gitu. Dan ini kurang produktif. Akhirnya pak Jokowi yg baik hati memilih diam dalam pengabdian dan kerja daripada memasukkan sebagian rakyatnya ke penjara.

Saat presiden diam, staff beliau juga diam dan aparat juga diam, apa yang harus kita lakukan?

Yg dihina secara langsung aja diam dan mengabaikan hinaan tersebut, lalu apa manfaatnya kalau kita yang tidak dihina mencak-mencak, marah, ngambek dan ngamuk? Tentunya tak ada manfaatnya sama sekali. Lebih baik kita meneladani Pak Jokowi dg mengabaikan hinaan tersebut Pak Jokowi sebagai orang jawa nampaknya mengikuti salah satu filosofi hidup jawa yg sederhana tetapi bermakna sangat dalam:

"Wani ngalah, dhuwur wekasane"

Yang kira-kira maknanya adalah orang yg secara aktif mengalah pada suatu pertarungan yg dinilai tidak penting akan memiliki masa depan yang sangat cerah dan mulia. Singkatnya mengalah demi tujuan akhir yang lebih besar akan membawa kita pada kejayaan.

 

(Sumber: Facebook Otto Rajasa)

Sunday, July 10, 2016 - 20:30
Kategori Rubrik: