Ketika Ibadahmu Menjadi Kebutuhan

Oleh : Denny Siregar

Ada pertanyaan menarik dari seorang teman, “Bang, bagaimana cara supaya ibadah kita khusuk?”

Saya tersenyum membaca pertanyaan itu, karena jadi teringat pada masa lalu dimana saya begitu menikmati sebuah ibadah.

Apakah karena saya sudah melampaui taraf manusia yang sudah menyatu pada dimensi ibadah? Bukan. Sama sekali bukan. Tetapi karena saya tidak punya siapa-siapa lagi yang menolong dan mendengarkan semua masalah saya dengan diam, kecuali Tuhan.

Dari sana saya mencoba menjabarkan bentuk ibadah, bahwa ibadah itu terbagi dalam 3 fase. Ibadah material, ibadah spiritual dan ibadah kecintaan.

Ibadah material adalah bentuk ibadah karena kewajiban. Ibadah dilakukan karena keharusan, karena perintah. Ada hitung-hitungan disana dengan kalkulasi dosa dan pahala, surga dan neraka. Ibadah menjadi sebuah ritual karena kebiasaan.

Ibadah spiritual adalah bentuk ibadah karena kebutuhan. Ketika seseorang membutuhkan ibadah sebagai bagian dari mencurahkan masalah, mencari ketenangan hati dan pegangan dari ketidak-stabilan.

Manusia biasa hanya mampu berada pada dua posisi ini, tidak lebih dan tidak kurang.

Ibadah kecintaan ini maqam-nya sangat tinggi dan hanya bisa dilakukan manusia suci seperti para Nabi, Imam dan orang-orang sholeh. Mereka sudah pada taraf meninggalkan gemerlapnya dunia dan seisinya. Mereka beribadah karena kerinduan dan getarannya pun sama seperti ketika seseorang sedah jatuh cinta. Gelisah karena ia harus berkomunikasi dengan kecintaannya.

Karena itu temanku yang bertanya, bagaimana caranya supaya ibadahmu khusuk, teruskah berada pada setiap kesulitan, karena dalam kesulitan itulah terdapat nikmatnya ibadah. Situasi dimana engkau pasrah, menyungkur di tanah dan terbenam dalam lautan air mata.

” Terkadang Allah mengambil segalanya dari seorang manusia, supaya ia bisa mengenal Tuhannya..” Imam Ali as.

Seruput kopi dulu supaya hatimu sedikit tenang. ** (ak)

Sumber : dennysiregar.com

Saturday, July 2, 2016 - 08:00
Kategori Rubrik: